Lightbridge Corporation mengumumkan bahwa batch pertama sampel bahan bakar nuklir canggihnya telah dikeluarkan dari Advanced Test Reactor (ATR) di Idaho National Laboratory (INL) setelah proses iradiasi.

Langkah ini menandai fase baru pengujian bahan bakar nuklir, bukan langsung menuju penggunaan komersial.

>>> Mayoritas Warga AS Dukung Perampasan Kekayaan dari Industri AI

Sampel tersebut dikeluarkan pada 6 Mei 2026 setelah menjalani pengujian di dalam ATR.

Sebanyak 24 anggota tim teknik bahan bakar dan manajemen senior Lightbridge hadir di lokasi untuk menyaksikan pencapaian ini, lalu bertemu dengan pimpinan INL keesokan harinya untuk membahas langkah selanjutnya.

Mengapa Reaktor Idaho Penting

ATR bukanlah reaktor yang dirancang untuk menjual listrik ke rumah tangga.

Produk utamanya adalah neutron, yang digunakan para ilmuwan untuk menguji dampak radiasi terhadap bahan bakar dan material dalam waktu yang lebih singkat.

INL menyebut ATR sebagai reaktor uji nuklir terdepan dengan kemampuan pengujian prioritas nasional untuk mitra militer, federal, universitas, dan industri.

Departemen Energi AS menyebutnya sebagai reaktor riset terbesar dan terkuat di dunia.

Reaktor ini beroperasi pada tekanan sekitar 360 psi dan suhu sekitar 180°F, jauh di bawah tekanan 2.000–3.000 psi dan suhu 600°F yang umum pada reaktor komersial.

Reflektor beriliumnya membantu memusatkan neutron pada sampel yang diuji.

Metode FAST Mempercepat Pengujian

Sampel Lightbridge diuji menggunakan metode Fission Accelerated Steady-state Testing (FAST).

Menurut Lightbridge, metode ini dikembangkan di INL dan menggunakan uranium yang diperkaya tinggi untuk mencapai kondisi burnup tinggi lebih cepat dibanding metode konvensional.

Burnup tinggi ibarat memacu mesin untuk melihat ketahanannya.

Peneliti ingin mengetahui apa yang terjadi pada bahan bakar setelah iradiasi berkepanjangan, karena data tersebut digunakan untuk memprediksi kinerja di kondisi reaktor nyata.