AS dan Iran Negosiasikan Kesepakatan Damai di Tengah Eskalasi Militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan rudal ke Iran setelah mengklaim kedua negara hampir menandatangani kesepakatan damai pada Kamis, 11 Juni 2026.
Klaim tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social, namun belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Iran di Teheran.
>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Imbas Demo BEM UI
Gedung Putih menargetkan kesepakatan ini sebagai pencapaian besar, meskipun Trump telah puluhan kali melontarkan klaim serupa yang terbukti prematur.
"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," tulis Trump.
Negosiasi tersebut diklaim telah disetujui oleh pihak lain yang terlibat konflik, termasuk Israel, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan.
"Blokade laut akan tetap berlaku penuh hingga transaksi ini selesai – waktu dan tempat penandatanganan akan diumumkan segera," tambah Trump.
Seorang diplomat yang mengetahui pengarahan tersebut menyatakan bahwa draf perjanjian sebenarnya telah disepakati beberapa minggu lalu, namun potensi kegagalan masih terbuka lebar.
"Ada banyak potensi spoiler," kata diplomat tersebut.
Perjanjian baru ini dilaporkan memuat lini masa pembersihan ranjau di Selat Hormuz dan mekanisme kelanjutan dialog nuklir serta pencairan aset Iran yang dibekukan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan, "Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut."
Media semi-pemerintah Iran, Tasnim, menilai pernyataan dari pihak Washington belum bisa dipegang sepenuhnya.
>>> IPO Raksasa Teknologi Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto
"Sampai ada pemahaman potensial yang diumumkan oleh Iran, berita apa pun dari Trump tentang masalah ini harus diabaikan," tulis Tasnim.
Update Terbaru
Truk Trailer Tabrak Rumah Warga di Pasuruan, Tiga Tewas dan Dua Luka Berat
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Etomidate: Bareskrim Bekuk Kasat Narkoba Tangsel dan 5 Anggota
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Gaikindo Bantah Tudingan Hambat Transisi Mobil Listrik di Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Eks Sekutu Tantang Netanyahu di Pemilu Israel, Elektabilitas Unggul
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Ahmad Luthfi Luncurkan Satgas PHK dan Turunkan Tarif Trans Jateng untuk Buruh
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Prabowo Panggil KSSK Bahas Ekonomi Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Infantino Minta Maaf pada Pengkritik Piala Dunia 2026 yang 'Melewatkan Kegembiraan
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Ekshumasi Jenazah Terduga Pencuri Ayam di Bali, Polisi Cari Penyebab Kematian
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Kemenkes Rilis Data 1.183 Kasus HIV pada Anak dan Remaja di Sidoarjo Selama 25 Tahun
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Momen Mencekam Gunung Es Raksasa Terbalik di Greenland Terekam Kamera
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Polisi Bawa Tiga Bungkusan dari Klinik Mordent ke Labfor Usai Olah TKP Sutrimo
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Italia: Api Melahap Semenanjung Gargano, Ratusan Turis Mengungsi
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG karena Langgar Aturan
Senin / 27-07-2026, 19:56 WIB
Ribka Haluk Dorong Kepemimpinan Perempuan Transformatif di Daerah
Senin / 27-07-2026, 19:56 WIB







