Wasit sepak bola asal Somalia, Omar Artan, gagal mewujudkan mimpinya memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat (AS) beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Meski demikian, ia justru mendapat sambutan hangat dari masyarakat Somalia saat kembali ke tanah air, Jumat (11/6/2026).

>>> Islam Mewajibkan Suami Berikan Mahar dan Nafkah Lahiriah kepada Istri

Artan sebelumnya dijadwalkan mengikuti pelatihan wasit Piala Dunia di Miami, Florida.

Namun, setibanya di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (6/6/2026), petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menolak masuk wasit tersebut.

Alasan penolakan berkaitan dengan pemeriksaan keamanan.

Seorang pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan, Artan dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah ditemukan informasi yang diduga berkaitan dengan hubungan dengan anggota organisasi teroris.

"Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP, ditemukan informasi yang bersifat merugikan, termasuk adanya asosiasi dengan pihak yang diduga terkait organisasi teroris, sehingga pelancong tersebut tidak memenuhi syarat masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan," kata pejabat tersebut dikutip dari Fox News.

Artan kemudian dipulangkan ke Somalia dan tiba di Mogadishu pada Rabu (10/6).

Alih-alih mendapat stigma negatif, ia disambut para pendukung dan masyarakat yang menilai dirinya menjadi korban kebijakan keamanan yang ketat.

Dalam pernyataannya setibanya di Somalia, Artan berusaha menenangkan publik yang kecewa atas kegagalannya tampil di ajang sepak bola terbesar dunia itu.

"Saya berjanji, insya Allah, saya akan hadir di kesempatan berikutnya," ujar Artan. "Saya ingin masyarakat Somalia tetap tenang dan percaya diri," lanjutnya.

>>> Ekonom PermataBank: BCSA Bisa Jadi Bantalan Tambahan Pasar Valas

Artan mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang dipilih untuk bertugas di Piala Dunia.