Siasati Pelemahan Rupiah, Phapros Siapkan Strategi Bisnis
PT Phapros Tbk (PEHA), emiten farmasi dari Grup Biofarma, menyiapkan berbagai langkah taktis untuk menjaga kinerja bisnis tetap kokoh sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
>>> HKI Desak Pemerintah Benahi Pasokan Listrik Kawasan Industri
Direktur Produksi Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, mengungkapkan bahwa lonjakan nilai dolar AS berpotensi meningkatkan ongkos produksi perusahaan. Dampak utama meliputi pengadaan bahan baku dan biaya logistik pengiriman barang.
"Jadi yang kita upayakan kendalikan adalah mitigasi untuk meminimalisasi dampak negatifnya.
Kami langsung merespon dengan cepat, misalnya menyusun beberapa skenario atas tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS," katanya dalam paparan publik Phapros, Kamis (11/6/2026).
Manajemen PEHA mengimplementasikan beberapa solusi, termasuk kebijakan lindung nilai atau hedging, serta mencari alternatif pemasok bahan baku demi efisiensi biaya.
Selain itu, perusahaan mengoptimalkan transaksi nontunai menggunakan mata uang non-dolar AS dan menerapkan sistem impor langsung dari negara produsen.
Sejak awal tahun, Phapros telah mengamankan kontrak suplai bahan pokok pembuatan obat. Metode ini efektif mencegah lonjakan harga saat mata uang domestik terdepresiasi.
"Jadi kita melakukan renegosiasi dengan para supplier bahan baku dari luar negeri agar tidak menaikkan harga produk," kata Ida.
Upaya proteksi margin juga dilakukan melalui kesepakatan kontrak dini berjangka panjang dengan mitra pemasok.
Pola ini memungkinkan perseroan mengunci harga bahan baku yang lebih kompetitif sebelum volatilitas pasar semakin tinggi.
>>> Davino Satria Siap Balapan di Mandalika Festival of Speed 2026
Phapros kini juga memperluas penggunaan mata uang alternatif dalam perdagangan luar negeri. Beberapa denominasi yang mulai aktif digunakan antara lain euro dan yuan China atau Renminbi.
Update Terbaru
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






