Rupiah Melemah ke Rp 17.988 Per Dolar AS akibat Tekanan Eksternal
Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026). Mata uang Garuda turun 44 poin ke posisi Rp 17.988 per dolar Amerika Serikat.
Penurunan ini terjadi dari level penutupan sebelumnya yang berada di Rp 17.944 per dolar AS. Tekanan eksternal dari pasar global menjadi pemicu utama pelemahan rupiah.
>>> Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Faktor Eksternal Dominasi Pelemahan
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, lonjakan inflasi di AS turut memberikan sentimen negatif.
Data harga konsumen AS menunjukkan kenaikan 4,2% pada Mei 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini merupakan laju tercepat dalam tiga tahun, terutama didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.
Kondisi inflasi yang melambung memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS.
Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama pun menguat.
>>> Turnamen Tenis Meja ASEAN Club Championship 2026 Ramaikan Bandung
Ibrahim menambahkan bahwa jika tekanan harga terus berlanjut, The Fed bahkan dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter akhir tahun ini.
Hal ini semakin menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan berikutnya. Rentang pergerakan diproyeksikan berada di Rp 17.980 hingga Rp 18.030 per dolar AS.
Senada dengan hal tersebut, Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.050 hingga Rp 18.030 per dolar AS dalam jangka pendek.
Lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik internasional menjadi kecemasan utama.
Dari sisi domestik, pelaku pasar menilai positif langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50%.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Kompensasi Energi Sasar Masyarakat Berhak
Namun, konsistensi kebijakan fiskal pemerintah masih akan diuji ke depannya.
Update Terbaru
Wacana Penyesuaian Tarif Transjakarta Dibahas, Pengamat Nilai Wajar
Kamis / 11-06-2026, 20:08 WIB
Hanwha Life dan Save the Children Luncurkan Program Literasi Keuangan Remaja di Bandung
Kamis / 11-06-2026, 20:08 WIB
Dokter Ingatkan Perlemakan Hati Sering Serang Usia Produktif
Kamis / 11-06-2026, 20:08 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:06 WIB
Sinopsis Disclosure Day: Film Alien Terbaru Steven Spielberg
Kamis / 11-06-2026, 20:06 WIB
Javier Aguirre Tuntut Keseimbangan Emosi Pemain Meksiko
Kamis / 11-06-2026, 20:06 WIB
Timnas Korea Selatan Jaga Rekor Sempurna Menuju Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:04 WIB
Bocoran Harga Samsung Galaxy A27 5G di Eropa Naik Dibanding Pendahulu
Kamis / 11-06-2026, 20:04 WIB
Dwayne Johnson Rilis Trailer Live-Action Moana dan Buka Tiket
Kamis / 11-06-2026, 20:04 WIB
Timnas Korea Selatan Targetkan Capaian Lebih Jauh di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:04 WIB
Thailand Lolos ke Final Piala AFF U19 Usai Hajar Kamboja 4-0
Kamis / 11-06-2026, 20:02 WIB
Timnas U19 Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U19
Kamis / 11-06-2026, 20:01 WIB
KPK Sita Uang Rp200 Juta dan Mobil dalam Kasus Suap BPK Muara Enim
Kamis / 11-06-2026, 20:01 WIB
Studi Universitas Pennsylvania: Konsumsi Ikan Naikkan IQ Anak hingga 4 Poin
Kamis / 11-06-2026, 20:00 WIB






