Kopi hitam sering dituding sebagai pemicu jantung berdebar dan tekanan darah tinggi. Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.

JP, FIHA, FAsCC, menyatakan anggapan itu tidak sepenuhnya tepat.

>>> OJK Proyeksikan Jumlah Penaksir Bersertifikat Pergadaian Meningkat

Dalam sesi edukasi media di Jakarta, Selasa (09/06), dr. Febtusia justru menyebut kopi hitam sebagai teman dokter jantung karena khasiatnya.

"Jadi, sebenarnya kopi hitam ada benefit-nya. Pertama, antioksidan," ujarnya.

Kandungan antioksidan dalam kopi memberikan dampak positif bagi tubuh. Konsumsi kopi hitam tanpa bahan tambahan secara berlebihan tidak serta-merta merusak kesehatan jantung seperti stigma yang beredar.

Selain antioksidan, kafein dalam kopi berperan sebagai stimulan. Efek ini membantu seseorang lebih terjaga, meningkatkan fokus, dan mengusir rasa kantuk.

"Kafein itu efeknya membuat kita lebih alert, tidak mudah ngantuk," kata dr. Febtusia.

Meski aman bagi sebagian besar orang, dr. Febtusia mengingatkan pasien aritmia atau gangguan irama jantung untuk berhati-hati.

>>> Saham BMRI Turun Tipis Meski Laba Bank Mandiri Melonjak 18 Persen

Aritmia terjadi akibat malafungsi sistem kelistrikan jantung yang membuat detak jantung tidak teratur.

"Kopi hitam maksimal 3 gelas sehari masih boleh.

Tapi untuk orang aritmia, kalau lagi berdebar, udah dulu minum kopinya karena bisa meningkatkan detak jantung," jelas dr. Febtusia.

Bahaya Tersembunyi dari Bahan Tambahan

Faktor risiko yang sering diabaikan bukanlah kafein, melainkan zat tambahan seperti gula, krimer, dan sirup perasa. Bahan-bahan ini banyak ditemukan dalam produk kopi kekinian.

"Yang memusuhi dokter jantung adalah gulanya sama susunya," tegas dr. Febtusia. Menurutnya, susu sebenarnya tidak masalah asal dipilih yang rendah lemak atau susu kedelai.

Namun, pembatasan gula tetap krusial karena penambahan gula berlebih dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

>>> Pasien Gagal Ginjal Kronis Asal Palu Sembuh Pascatransplantasi

Masyarakat diimbau lebih cermat memperhatikan komposisi minuman kopi yang dikonsumsi setiap hari. Banyak kopi siap minum di pasaran mengandung gula dalam takaran tinggi.