PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp 23,31 triliun pada periode Januari hingga Mei 2026.

Angka tersebut tumbuh 18,64 persen secara tahunan, didorong oleh ekspansi kredit yang solid dan peningkatan pendapatan berbasis komisi.

>>> Pasien Gagal Ginjal Kronis Asal Palu Sembuh Pascatransplantasi

Khusus pada Mei 2026, laba bersih mencapai Rp 5,26 triliun, naik 17,64 persen dibanding bulan sebelumnya.

Namun, pergerakan saham BMRI belum sejalan dengan kinerja keuangan yang cemerlang tersebut.

Berdasarkan data Investor Daily, saham BMRI ditutup menyusut 10 poin atau melemah 0,23 persen ke level 4.250 pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Penurunan ini memperpanjang tren negatif saham BMRI yang telah ambles 16,67 persen sepanjang tahun berjalan dan merosot 19,05 persen dalam setahun terakhir.

Ekspansi Kredit dan Pendapatan Bunga

Hingga akhir Mei 2026, total penyaluran kredit Bank Mandiri menembus Rp 1.579,94 triliun, melonjak 20,64 persen secara tahunan.

Pencapaian ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat 9,98 persen per April 2026.

Aktivitas penyaluran kredit yang masif mendorong pendapatan bunga perusahaan naik 5,77 persen menjadi Rp 52,77 triliun.

Sementara itu, beban bunga justru turun 1,54 persen secara tahunan menjadi Rp 17,91 triliun.

Kombinasi ini membuat pendapatan bunga bersih (net interest income) melonjak 9,97 persen menjadi Rp 34,85 triliun per Mei 2026.

Meskipun demikian, margin bunga bersih perseroan termoderasi ke level 3,98 persen, di bawah target manajemen sebesar 4,6-4,8 persen hingga akhir 2026.

>>> KAI Integrasikan Stasiun Gambir dengan KRL Commuter Line dalam Dua Tahun

Kinerja positif juga didukung pertumbuhan pendapatan komisi yang melonjak 24,44 persen menjadi Rp 9,36 triliun.