Kualitas aset tetap terjaga dengan penurunan beban provisi sebesar 15,83 persen secara tahunan menjadi Rp 3,21 triliun.

Rasio biaya kredit pun ditekan pada level rendah 0,50 persen, masih di bawah target tahunan 0,6-0,8 persen.

Penghimpunan Dana dan Likuiditas

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh agresif 22 persen secara tahunan menjadi Rp 1.716,31 triliun.

Secara rinci, giro tercatat Rp 663,76 triliun, tabungan Rp 558,75 triliun, dan deposito melonjak 57,01 persen menjadi Rp 493,79 triliun.

Melesatnya deposito berimbas pada penurunan rasio dana murah (CASA) menjadi 71,23 persen per Mei 2026, dari 76,36 persen pada Agustus 2025.

Namun, pasokan dana dari pemerintah membantu menjaga likuiditas perseroan di tengah pasar yang mengetat.

Rasio loan to deposit ratio (LDR) bertahan di level 92,05 persen, di bawah batas internal 95 persen.

Manajemen menegaskan komitmen untuk terus memacu penyaluran kredit secara merata di seluruh segmen dengan tata kelola likuiditas yang prudent.

>>> Razer Game Services Resmi Rilis Legend of Aoqi di Tiga Platform

Kinerja profitabilitas Bank Mandiri tetap kokoh, tercermin dari return on assets (ROA) sebesar 2,50 persen dan return on equity (ROE) di level 21,50 persen.