Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp1,3 triliun.

Dividen tunai tersebut setara Rp114 per saham atau 45 persen dari total laba bersih emiten batu bara milik negara itu.

>>> Energi Mega Persada Tetapkan Harga Rights Issue Rp310 per Saham

Rasio pembayaran ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 75 persen atau senilai Rp3,82 triliun.

Penurunan jatah dividen sejalan dengan laba bersih PTBA sepanjang 2025 yang menyusut hampir separuh menjadi Rp2,93 triliun, dari sebelumnya Rp5,1 triliun pada 2024.

Nilai dividen saat ini mencerminkan imbal hasil sekitar 4,2 persen berdasarkan harga saham intraday PTBA sebesar Rp2.730 per saham.

Kinerja Operasional di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Secara operasional, perusahaan mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) senilai Rp6,08 triliun dengan margin 14 persen.

Pendapatan total mencapai Rp42,65 triliun, dengan porsi penjualan domestik 54 persen dan sisanya ekspor.

>>> Xavi Hernandez dan Barcelona Makin Panas Akibat Larangan Bela Tim Legends

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, perusahaan tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid.

Manajemen melaporkan perbaikan profitabilitas secara kuartalan melalui optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya operasional.

Volume produksi tumbuh 9 persen secara tahunan, sementara realisasi penjualan naik 6 persen.

Namun, harga jual rata-rata (ASP) turun 6 persen akibat koreksi harga batu bara global, di mana Newcastle Coal Index merosot 22 persen dan Indonesia Coal Index-3 melemah 16 persen.

Beban pokok pendapatan PTBA naik 5 persen secara tahunan menjadi Rp36,39 triliun, seiring peningkatan volume operasional.

>>> Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI

Rasio pengupasan tanah (stripping ratio) berhasil ditekan menjadi 6,07 kali dari sebelumnya 6,23 kali.