Hubungan antara Xavi Hernandez dan Barcelona dilaporkan semakin memanas. Manajemen klub secara sepihak melarang mantan gelandang ikonik tersebut untuk membela tim Barca Legends.

Kebijakan kontroversial ini diduga kuat merupakan imbas dari perselisihan antara Xavi dan Presiden Klub, Joan Laporta.

>>> Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI

Jurnalis Javier Miguel dalam laporan Diario AS menyebutkan bahwa Xavi sempat mendaftar untuk dua pertandingan ekshibisi terakhir, namun permohonannya ditolak.

Langkah pemboikotan ini disinyalir berkaitan dengan sikap vokal Xavi yang mengkritik manajemen, termasuk menyoroti peran Alejandro Echevarria saat masa pemilihan klub.

Keputusan menolak figur sekelas Xavi dinilai berdampak negatif bagi citra Barcelona.

Meskipun manajemen mengklaim larangan hanya bersifat sementara, banyak pihak menganggap perlakuan terhadap sosok berjasa besar itu tidak layak.

Konflik semakin terbuka setelah wawancara Xavi dengan La Vanguardia menjelang pemilihan presiden klub.

"Setelah kepergian saya, saya memutuskan untuk tidak membuat pernyataan apa pun sebagai bentuk penghormatan kepada Barcelona," ujar Xavi dikutip dari Barca Universal, Kamis (11/6/2026).

"Orang-orang tahu betapa saya mencintai klub ini; seluruh keluarga saya adalah penggemar Barcelona."

"Tapi saya merasa perlu menjelaskan diri. Saya telah memendam ini dan saya perlu mengklarifikasi semuanya," tambah Xavi.

Mantan arsitek tim yang mulai menjabat pada 2021 ini mengungkapkan bahwa relasi awalnya dengan petinggi klub sebenarnya berjalan baik.

Kondisi tersebut berubah retak akibat intervensi pihak luar yang mendapat kepercayaan penuh dari presiden. "Sebenarnya, saya bergabung dengan Barca berkat dia, tetapi dia akhirnya mengecewakan saya," tegas Xavi.

>>> Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter