"Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang saya yakini berada di atas presiden, Alejandro Echevarria."

"Dengan kata lain, Alejandro-lah yang memecat saya sebagai pelatih. Begitulah cara kerja Barça ini, praktis dijalankan oleh Alejandro Echevarria," lanjut Xavi.

"Dia adalah seseorang yang memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat dengan saya. Itulah mengapa mungkin kekecewaan terbesar dalam kepergian saya dari Barça adalah padanya."

Kronologi Pemecatan yang Penuh Intrik

Proses pemberhentian Xavi ternyata melalui dinamika tarik-ulur yang panjang. Pada awalnya, Xavi sudah menyatakan pamit, tetapi manajemen sempat menahannya sebelum akhirnya berbalik arah untuk mendepaknya.

"Pada bulan Januari musim terakhir saya sebagai pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak akan melanjutkan setelah bulan Juni demi kebaikan klub dan pribadi saya," kenang Xavi.

"Sejak saat itu, tim terus menang, dan selama dua atau tiga bulan, sampai kami kalah di Liga Champions dari PSG dan di La Liga dari Real Madrid, mereka terus mengatakan kepada saya bahwa saya harus tetap tinggal."

Xavi mengaku mengadakan pertemuan tatap muka dengan Alejandro karena tahu dialah yang membuat semua keputusan.

"Saya berkata, 'Begini, saya ragu karena Anda menyuruh saya untuk melanjutkan, tetapi saya tidak yakin.'

Dan dia menjawab ya, mereka sedang mempersiapkan untuk tahun depan, merencanakan, bahwa presiden sudah jelas tentang itu… Dan kemudian terjadilah eliminasi melawan PSG…"

"Pada saat itu, Alejandro menelepon saya, saya ingat karena saya sedang pulang sekolah bersama anak-anak, dan mengatakan bahwa kami harus bertemu, bahwa mereka telah mengadakan rapat dewan dan sebagian besar dari mereka tidak yakin tentang kelanjutan saya," pungkas Xavi.

>>> Ade Jona Prasetyo Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi

"Alejandro menyuruhku datang ke tempat latihan, dan aku bilang padanya tidak masalah, aku sudah bilang akan pergi dan tidak perlu melanjutkan."