Kemudian, tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan."

Illā raḥmatam minnā wa matā'an ilā ḥīn.

"Akan tetapi, (Kami menyelamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberi mereka kesenangan hidup sampai waktu tertentu."

Wa iżā qīla lahumuttaqū mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum turḥamūn.

"Ketika dikatakan kepada mereka, 'Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,' (maka mereka berpaling)."

Wa mā ta'tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānū 'anhā mu'riḍīn. "Tidak satu pun dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, kecuali mereka berpaling darinya."

Wa iżā qīla lahum anfiqū mimmā razaqakumullāh, qālal-lażīna kafarū lil-lażīna āmanū anuṭ'imu mal lau yasyā'ullāhu aṭ'amah, in antum illā fī ḍalālim mubīn.

"Apabila dikatakan kepada mereka, 'Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,' orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan?

Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.'"

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa'du in kuntum ṣādiqīn. "Mereka berkata, 'Kapankah janji (hari Kebangkitan) ini (terjadi) jika kamu orang-orang benar?'

"

Mā yanẓurūna illā ṣaiḥataw wāḥidatan ta'khużuhum wa hum yakhiṣṣimūn. "Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan membinasakan mereka saat mereka (sibuk) bertengkar (tentang urusan dunia)."

Falā yastaṭī'ūna tauṣiyataw wa lā ilā ahlihim yarji'ūn. "Oleh sebab itu, mereka tidak dapat berwasiat dan tidak dapat kembali kepada keluarganya."

Wa nufikha fiṣ-ṣūri fa'iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilūn. "Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya."