Koalisi SOS Protes Rencana Penambahan Lapisan Cukai Rokok
Koalisi Save Our Surroundings (SOS) menggelar aksi satire bertajuk "Program Rokok Murah Nasional" di depan Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6).
Aksi damai ini memprotes rencana pemerintah menambah lapisan baru dalam struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang menyasar kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM) kelas III, kelompok tarif termurah.
>>> Aspirasi Hidup Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp548 Miliar
Dalam demonstrasi, massa menghadirkan instalasi lapak rokok dengan figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun sebagai simbol perluasan peredaran rokok murah.
Kebijakan Dinilai Kontraproduktif
Project Lead for Tobacco Control CISDI, Beladenta Amalia, menilai rencana penambahan lapisan baru cukai rokok bertentangan dengan tujuan fiskal dan kesehatan masyarakat.
"Aksi 'Program Rokok Murah Nasional' ini merupakan sindiran terhadap rencana penambahan lapisan baru cukai rokok yang kontraproduktif terhadap tujuan fiskal, kesehatan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia," ujar Beladenta.
Penambahan lapisan tarif baru dinilai memperparah perpindahan konsumsi ke produk rokok yang lebih murah atau downtrading.
Kondisi ini disebut menekan penerimaan negara dan melemahkan fungsi cukai, sementara pemberantasan rokok ilegal lebih efektif melalui penguatan penegakan hukum dan sistem pelacakan.
Executive Director IYCTC, Manik Marganamahendra, memperingatkan bahwa kemudahan akses terhadap rokok murah akan berdampak besar pada anak-anak dan kelompok rentan.
>>> Saka Energi Resmi Kantongi Izin Pengembangan Lapangan Ronggolawe
Ia merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat jumlah perokok anak mencapai 5,9 juta orang.
"Upaya menurunkan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM seharusnya saling bersinergi dengan upaya penurunan prevalensi merokok. Tetapi ketidakselarasan ini menunjukkan adanya persoalan tata kelola dalam proses penyusunannya," kata Manik.
Ketua RUKKI, Mouhamad Bigwanto, mempertanyakan transparansi dan dasar pertimbangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan kebijakan tersebut.
Menurutnya, pemerintah wajib mengedepankan masukan dari akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pakar kesehatan dalam merumuskan pengendalian produk tembakau.
Melalui aksi ini, koalisi mendesak lima tuntutan kepada Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR.
>>> Bursa Asia Terpuruk Akibat Inflasi AS dan Konflik dengan Iran
Tuntutan tersebut meliputi penghentian pembahasan lapisan baru tarif CHT, pembersihan kebijakan dari intervensi industri rokok, pelibatan ahli independen, pengesahan sistem pelacakan rokok yang komprehensif, hingga peningkatan transparansi kasus dugaan suap pengawasan cukai di KPK.
Update Terbaru
AHY Hidupkan Kembali Garuda Finishers, Ajak Anak Muda Finish Strong
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Kematian Pria Diduga Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie, Polisi Masih Selidiki
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Bobby Nasution Tinggalkan Rapat DPRD Sumut, Ini Penyebabnya
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tinggalkan Grafiti 'Balas Dendam
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Kedatangan Diomande ke Real Madrid Bisa Picu Kepergian Vinicius Junior
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Mantan Suami Sara Gilson Sudah Peringatkan Sejak Lama Sebelum Tragedi Pembunuhan-Bunuh Diri
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Meghan Markle Jadi Bintang Tamu MasterChef Australia, Drama dengan Juri Terjadi
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Dangote Mulai Bangun Kilang Minyak di Lamu Tahun Ini, Target Dongkrak Ketahanan Energi Afrika Timur
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 28 Juli - 2 Agustus 2026
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Program Trans TV Hari ini 28 Juli 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar ada Film Bioskop serta Link Nonton
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 28 Juli - 2 Agustus 2026
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB







