PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berharap suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tetap berada di bawah 10 persen.

Harapan ini muncul setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6/2026).

>>> Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Anjlok, Tinggalkan Level Rp 2,7 Juta

Kenaikan BI rate tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama konsumen yang menggunakan skema pembiayaan perbankan.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, menyatakan bahwa langkah bank sentral itu terus dipantau secara ketat oleh manajemen.

"Untuk itu, kami berharap suku bunga KPR masih single digit sebagai efek dari kenaikan BI Rate," ujar Olivia Surodjo.

Meskipun ada kenaikan suku bunga, emiten properti ini tetap optimistis membidik target penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp 2 triliun hingga akhir tahun 2026.

Manajemen MTLA berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar dan situasi ekonomi makro.

Sektor properti sepanjang tahun ini dinilai masih memiliki prospek yang terjaga, terutama pada segmen hunian yang menyasar pengguna langsung (end-user).

Faktor pendukung utamanya adalah kebijakan pemerintah dan ketersediaan program pembiayaan yang akomodatif.

>>> Kenaikan Harga BBM Tak Otomatis Dongkrak Penjualan EV, Hybrid Lebih Diuntungkan

"Kami melihat kebutuhan hunian terutama dari segmen end user masih ada, didukung dengan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)," jelas Olivia Surodjo.

Untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di sektor perumahan, manajemen mengimbau pemerintah agar terus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga diharapkan melanjutkan regulasi insentif yang efektif serta mempercepat proyek infrastruktur.

"Kebijakan-kebijakan tersebut dapat membantu menjaga minat beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri properti ke depan," kata Olivia Surodjo.

Secara internal, perseroan secara konsisten menyediakan beragam stimulus bagi calon konsumen untuk memelihara minat pasar.

Strategi yang dijalankan meliputi penerapan harga kompetitif, penghapusan biaya tambahan, hingga kemudahan uang muka.

Langkah tersebut dibarengi dengan komitmen menjaga kualitas produk bangunan demi mempertahankan kepercayaan pelanggan. Perusahaan juga terus mengembangkan kawasan dengan akses dan fasilitas yang semakin lengkap.

>>> Goenawan Mohamad Gelar Pameran Tunggal Seni Grafis di Salihara

"Kami juga terus mengembangkan kawasan dengan akses dan fasilitas yang semakin lengkap," tandas Olivia Surodjo.