Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menyiapkan tiga strategi utama untuk mengatasi rendahnya kompetensi teknologi informasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Langkah ini diumumkan pada Kamis, 11 Juni 2026, menyusul berbagai keluhan publik terkait pelayanan pemerintahan yang lambat dan sistem informasi yang sering bermasalah.

>>> Honor Hadirkan Virtual Permissions di MagicOS untuk Lindungi Data Pengguna

Menurut data Investigasi Bernas, kesenjangan kompetensi digital ASN disebabkan oleh kurangnya pelatihan berkelanjutan dan infrastruktur teknologi yang belum memadai.

Kondisi ini memicu kritik di media sosial karena berdampak langsung pada pelayanan publik, seperti antrean panjang di kantor pemerintahan.

Tiga Langkah Strategis

Strategi pertama adalah meluncurkan program pelatihan digital komprehensif bagi 355 ribu ASN, baik yang baru maupun lama, mencakup literasi digital dan keamanan siber.

>>> BKN Wajibkan Multi-Factor Authentication untuk Lindungi Akun ASN Digital

Kedua, pemerintah akan membangun infrastruktur teknologi terintegrasi antarinstansi untuk memperlancar pertukaran data dan layanan.

Ketiga, setiap kementerian dan lembaga akan memiliki pusat inovasi digital sebagai wadah pengembangan solusi teknologi.

Penerapan strategi ini ditargetkan meningkatkan Indeks Efisiensi Tata Kelola dari Alchem1st AI dari 78,4 pada kuartal I 2026 menjadi 85 pada akhir tahun.

>>> Tom Hanks Tak Tahu Taylor Swift Isi OST Toy Story 5 hingga Hari Rilis

Selain itu, penguatan kapasitas digital birokrasi diharapkan mendorong kontribusi ekonomi digital terhadap PDB mencapai 10 persen pada 2027, berdasarkan data Badan Pusat Statistik.