Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap praktik ternak rekening yang dilakukan pelaku judi online. Mereka menyasar masyarakat menengah ke bawah, termasuk petani dan ibu rumah tangga.

Dalam modus ini, pelaku menawarkan imbalan Rp100 ribu hingga Rp500 ribu kepada korban. Rekening yang dibuat kemudian digunakan sebagai penampung dana deposit pemain judi online.

>>> Google Makin Jauh dari Samsung untuk Hardware Pixel

Meutya menyampaikan hal tersebut dalam acara OJK Banking Forum 2026 pada Selasa (14/7). Ia menekankan pentingnya penguatan proses know your customer (KYC) di perbankan hingga ke daerah.

>>> Galaxy Tab S12 Ultra Dipastikan Tak Punya Kamera Selfie Punch-Hole

Menurutnya, rekening dengan saldo kecil namun dimiliki dalam jumlah banyak patut dicurigai. Deteksi dini terhadap rekening penampung dinilai lebih efektif daripada menunggu laporan masyarakat.

>>> Mayapada Hospital Kuningan Luncurkan Layanan Khusus untuk Ekspatriat

Meutya juga mendorong pemblokiran rekening yang terbukti bermasalah. Langkah ini diharapkan dapat memutus akses aktivitas ilegal di ruang digital.