Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judol, 4.000 Bohong Absen
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan sekitar 6.000 pegawai di kementeriannya terindikasi melakukan transaksi judi online (judol).
Data tersebut berasal dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
>>> Menkomdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah untuk Lindungi Anak
Dody menjadikan temuan itu sebagai dasar untuk memperketat pengawasan dan merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian PU.
Menurutnya, pelanggaran disiplin telah berlangsung lama akibat lemahnya penindakan dan kuatnya hubungan pertemanan di internal kementerian.
"Ini bukan data saya, data PPATK. Judol itu pidana," ujar Dody dalam sebuah podcast, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (15/7).
Kementerian PU saat ini memiliki sekitar 38.600 aparatur sipil negara (ASN). Artinya, sekitar 15 persen pegawai terindikasi terkait transaksi judi online.
Dody tidak merinci nilai transaksi, periode pemantauan, atau status pemeriksaan terhadap 6.000 pegawai tersebut. Ia juga belum menyebut jumlah pegawai yang telah dikenai sanksi.
Data PPATK belum dapat diartikan bahwa seluruh pegawai terbukti melakukan tindak pidana. Informasi transaksi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui pemilik rekening dan pola transaksi.
>>> Chris Geere, Pemeran Jimmy di 'You're The Worst', Kini di Usia 40-an
Satu dari Sepuluh Pegawai PU Bermasalah soal Absen
Selain judi online, Dody menyoroti manipulasi absensi elektronik yang melibatkan sekitar 4.000 pegawai. Jumlah itu setara dengan satu dari sepuluh ASN di Kementerian PU.
"Bayangkan, 3.000-4.000 orang itu main-main absen. Satu dari sepuluh pegawai saya bohong soal absen," ujar Dody.
Praktik tersebut terungkap setelah sistem absensi elektronik diperbaiki dan pengawasan diperketat.
Dody mengaku pelanggaran sebelumnya sulit diproses karena hubungan pertemanan antarkelompok atau angkatan pegawai. Hal itu membuat mekanisme pemeriksaan dan penegakan disiplin tidak berjalan optimal.
Pegawai yang diduga melanggar dapat saling melindungi sehingga kasus tidak pernah berlanjut ke proses penindakan.
>>> Momen Lucu Messi Cs Temukan Botol Contekan Penalti Pickford
Dody belum menjelaskan modus manipulasi absensi dan tidak menyebut apakah ribuan pegawai tersebut melanggar dalam waktu bersamaan atau dalam periode tertentu.
Update Terbaru
Fleabag di Usia 10 Tahun: Bagaimana Phoebe Waller-Bridge Mengubah Komedi TV Wanita
Kamis / 16-07-2026, 16:08 WIB
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Iran Balas dengan Rudal ke Sekutu AS
Kamis / 16-07-2026, 16:08 WIB
Perbedaan Update iOS 27 dengan Versi Sebelumnya: AI dan Performa Jadi Fokus
Kamis / 16-07-2026, 16:08 WIB
Chrollo Lucilfer: Pemimpin Misterius Genei Ryodan di Hunter x Hunter
Kamis / 16-07-2026, 16:08 WIB
Percepat Pengembangan Energi Surya untuk Ketahanan Energi Nasional
Kamis / 16-07-2026, 16:08 WIB
5 Manhwa Apocalypse Terbaik dan Terseru yang Wajib Dibaca
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
OnePlus Hentikan Penjualan Ponsel di AS dan Eropa
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Rute Peti Kemas Internasional
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Indonesia Lihat Peluang Dagang Baru dari Dorongan Ketahanan Pangan Arab Saudi
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Persebaya Luncurkan Jersey Pre Season 2026 untuk Kenang Legenda Eri Irianto
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Roy Suryo Bantah Pecah dengan Dokter Tifa, Kompak Hadapi Kasus Ijazah Jokowi
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Menkop Ferry Bakal Resmikan PLTS Kelolaan Koperasi di Kepulauan Riau Bulan Depan
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Lamine Yamal dan Messi Bertemu di Final Piala Dunia 2026, Foto Bayi Viral
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Akhir Drama Hukum Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Pakar Prediksi Roy Suryo dan Dokter Tifa Bebas
Kamis / 16-07-2026, 15:47 WIB







