OJK Resmi Sahkan Pendirian Dana Pensiun Sinarmas Asset Management
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengesahkan pendirian Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Sinarmas Asset Management. Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK pada Jumat, 5 Juni 2026.
Langkah ini menjadikan DPLK Sinarmas Asset Management sebagai pelopor pengelola dana pensiun yang berasal dari perusahaan manajer investasi di Indonesia.
>>> Amerika Serikat Bantah Klaim Iran Tutup Selat Hormuz
Pendiriannya disetujui lewat surat keputusan yang ditandatangani Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono.
Struktur kepengurusan lembaga ini menargetkan perluasan kepesertaan, khususnya menyasar sektor pekerja informal serta individu.
Sinarmas Asset Management bertindak sebagai pendiri dengan rekam jejak operasional sejak 2012, total dana kelolaan Rp62 triliun, dan melayani lebih dari 75.000 nasabah.
Tiga Pilar Operasional DPLK SAM
Pengurus menyusun tiga pilar utama operasional yang berfokus pada edukasi perencanaan masa tua, penyediaan produk inklusif, dan pemanfaatan sistem digital.
Layanan yang disediakan mencakup program iuran pasti, kompensasi pasca-kerja, hingga dana pendidikan.
“DPLK SAM bertekad menjadi pilar terpercaya dalam mewujudkan kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia di hari tua melalui pengelolaan dana pensiun yang aman dan berbasis teknologi digital,” ucap Stephanus Rudi, Ketua Pengurus DPLK SAM.
>>> Pembiayaan Mobil Baru Mandiri Utama Finance Melonjak 18 Persen
Pemasaran produk kini diarahkan secara penuh pada ekosistem daring guna mempermudah aksesibilitas bagi calon peserta mandiri.
“Dengan orientasi digitalisasi dana pensiun, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui aplikasi digital maupun website,” tambah Stephanus Rudi.
Dalam proses pemberian izin, OJK menerapkan prinsip kehati-hatian yang ketat terhadap seluruh aspek kesiapan operasional.
Evaluasi komprehensif dilakukan mulai dari permodalan, tata kelola, manajemen risiko, hingga kualitas sumber daya manusia demi proteksi nasabah.
Regulator menilai potensi pasar jangka panjang menjadi daya tarik utama bagi manajer investasi untuk masuk ke industri perlindungan hari tua.
>>> Saham Teknologi Seret Bursa Asia Memerah Akibat Lonjakan Inflasi AS
“Ke depan OJK melihat persaingan industri DPLK akan semakin dinamis dengan fokus pada kualitas pengelolaan investasi, inovasi produk, digitalisasi layanan, dan perluasan akses kepesertaan,” tegas Ogi Prastomiyono.
Update Terbaru
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







