Antrean kendaraan roda empat di jalur pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite melonjak signifikan di SPBU Pertamina Pajajaran, Baranangsiang, Bogor, pada Rabu (10/6/2026).

Fenomena ini diduga dipicu oleh penyesuaian harga Pertamax yang mulai berlaku. Barisan mobil memanjang dari area dispenser hingga meluap ke luar gerbang SPBU.

>>> Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan Swasta Kompak Naik per 10 Juni 2026

Sementara itu, area pengisian Pertamax terpantau sepi dan hanya diisi oleh tiga kendaraan roda dua.

Dayat, sopir angkot 01 yang mengantre Pertalite, mengatakan antrean sudah panjang sejak pagi. "Biasanya antrean Pertalite hanya angkot saja, mobil pribadi hanya beberapa.

Hari ini banyak mobil pribadi juga ikut antre karena Pertamax mahal," ujarnya.

Kepadatan serupa terlihat di SPBU Pertamina 34.16102 di Raya Pajajaran, Bantarjati, Bogor.

Pada pukul 17.00 WIB, kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke luar area pengisian, sementara jalur Pertamax lengang.

Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Pertamina 34.1609 di Jalan KS Tubun, Cibuluh, Bogor.

>>> Harga Pertamax Naik Juni 2026, Ini Biaya Full Tank Raize hingga Rush

Pada pukul 17.30 WIB, giliran kendaraan roda dua yang mendominasi antrean panjang demi mendapatkan Pertalite.

Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp 12.300 per liter.

Kenaikan sebesar Rp 3.950 membuat pemilik kendaraan beralih ke Pertalite yang harganya masih stabil Rp 10.000 per liter.

Dampak Lonjakan Minyak Mentah Dunia

Penyesuaian ini merupakan langkah pertama Pertamina untuk produk Pertamax.

Harga BBM nonsubsidi tersebut sebelumnya dipertahankan di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang meningkat sejak konflik Israel-Iran memanas pada akhir Februari 2026.

>>> Boreham Ford Escort RS: Mobil Baru dengan Mesin 10.000 RPM Seharga Rp6 Miliar

Selain Pertamax, varian BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Green 95 juga mengalami koreksi harga signifikan, dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.