Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menggelar pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penyesuaian biaya haji tahun depan.

Pembahasan berlangsung di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).

>>> Jadwal dan Cara Nonton Piala Dunia 2026 via HP, Cek di Sini

Pemerintah meninjau ulang kemungkinan penurunan atau penyesuaian anggaran haji. Sejumlah tantangan berat dihadapi dalam merumuskan tarif yang terjangkau bagi jemaah.

Faktor eksternal seperti pergerakan kurs mata uang asing, kenaikan harga bahan bakar pesawat, dan ketidakpastian ekonomi global menjadi indikator utama.

Irfan menyatakan bahwa pembahasan dengan DPR akan terus dilakukan meskipun tantangan tahun ini sangat besar.

>>> Tardigrada: Makhluk Mungil yang Bisa Membuat Manusia Kebal di Luar Angkasa

Kebijakan internal otoritas Arab Saudi juga memengaruhi struktur anggaran. Kenaikan tarif pelayanan di tanah suci diproyeksikan memicu lonjakan biaya operasional haji.

Sebagai langkah strategis, pemerintah akan mengoptimalkan program kampung haji. Skema ini fokus pada pembenahan akomodasi untuk menekan pengeluaran jemaah selama di Arab Saudi.

>>> BDO Indonesia Raih Validasi SBTi demi Target Net Zero 2050

Irfan menambahkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan Kampung Haji sebagai upaya peningkatan pelayanan sekaligus penekanan biaya haji.