>>> Steven Spielberg Rilis Film Disclosure Day Bertema Alien

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan laboratorium. Pencegahan menjadi sangat vital mengingat potensi komplikasi serius.

Pemberian vaksin terbukti efektif meminimalisasi risiko tertular atau meringankan gejala. Studi dalam jurnal Pediatrics menunjukkan vaksinasi mampu menekan angka kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya sehat.

American Academy of Pediatrics (AAP) melalui rekomendasi 2017–2018 mendorong orang tua mematuhi jadwal vaksin flu bagi anak-anak mereka.

Jadwal Imunisasi Influenza Menurut IDAI

Imunisasi influenza sudah bisa dimulai sejak bayi berusia 6 bulan. Selanjutnya, vaksin diberikan setahun sekali pada rentang usia 18 bulan hingga 18 tahun.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi 2024 mengatur dosis pertama.

Untuk anak usia 6 bulan sampai 8 tahun, suntikan pertama diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 4 minggu.

Bagi anak berusia 9 tahun ke atas, vaksin cukup diberikan satu kali untuk suntikan pertama. Pengulangan selanjutnya dilakukan setahun sekali menggunakan jenis vaksin yang tersedia.

Pasca-vaksinasi, reaksi tubuh bisa bervariasi dari tanpa gejala hingga efek samping ringan. Efek samping yang bersifat sementara umumnya menyerupai gejala flu ringan.

Efek samping tersebut meliputi demam ringan, mual, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, serta kemerahan dan bengkak di lokasi suntikan.

>>> Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Kekhawatiran Suku Bunga AS

Selain vaksin, pencegahan mandiri dapat diperkuat dengan menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi nutrisi bergizi, dan membatasi kontak dengan orang sakit.