Harga minyak mentah dunia kembali melemah. Kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi pemicu utama koreksi ini.

Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (10/6) pukul 16.06 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level US$ 87,56 per barel.

>>> Hati-Hati, Makanan Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut

Angka ini turun 8,26% dalam sepekan dan melemah 10,18% dibandingkan sebulan lalu.

Penurunan juga terjadi pada minyak Brent yang berada di US$ 90,92 per barel.

Nilai komoditas ini terkoreksi 6,43% dalam satu minggu terakhir serta turun 12,18% dalam sebulan.

Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai koreksi harga minyak saat ini lebih didorong oleh kecemasan pasar terhadap situasi ekonomi global dibandingkan premi risiko geopolitik.

Pelaku pasar kini mencermati rilis data inflasi AS yang berpotensi tetap tinggi.

Kondisi ini dapat memperkuat alasan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya kembali pada akhir tahun.

"Kebijakan moneter yang ketat memicu kekhawatiran perlambatan aktivitas ekonomi global dan penurunan daya beli industri, yang pada akhirnya akan menggerus volume permintaan energi global secara struktural," ujar Sutopo kepada Kontan, Rabu (10/6).

Proyeksi Harga Kuartal III 2026

Meskipun mengalami tekanan, komoditas energi ini dinilai masih memiliki ruang untuk bertahan pada level relatif tinggi hingga akhir kuartal III 2026.

Sutopo memproyeksikan harga WTI bergerak di kisaran US$ 88 hingga US$ 98 per barel, sedangkan Brent berpotensi berada pada rentang US$ 91 hingga US$ 100 per barel.

>>> Samsung Suntik Dana 175 Juta Dolar AS ke Element Biosciences