Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Pertemuan itu membahas perkembangan ekonomi terkini, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

>>> Permintaan Saham IPO SpaceX Membludak Hingga Empat Kali Lipat

Anggota DEN Chatib Basri menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah memicu risiko kenaikan harga barang. Hal itu berpotensi mengganggu daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

"Kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah.

Karena ini tentu akan berdampak untuk menengah bawah," ujar Chatib Basri.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, DEN menyarankan pemerintah menerapkan efisiensi anggaran negara. Salah satunya pada program makan bergizi gratis (MBG) demi menjaga kepercayaan investor.

"Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib Basri.

Fundamental Ekonomi Dinilai Solid

Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat memaparkan bahwa ketahanan ekonomi nasional masih solid. Menurutnya, kondisi saat ini jauh dari ambang krisis meskipun situasi geopolitik global bergejolak.

>>> Saham BBRI Melonjak 7,72 Persen Meski Asing Catat Net Sell

"Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998.

Berbagai indikator makro menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap solid dan berada jauh dari potensi krisis," ujar Firman Hidayat.

Ketangguhan itu didukung pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61% secara tahunan. Laju inflasi Mei 2026 juga terjaga di level 3,08% secara tahunan.

Meski demikian, Firman mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap konflik internasional yang berkepanjangan. Hal itu berpotensi menaikkan biaya produksi dan distribusi pada semester kedua.

"Dan ini perlu diantisipasi nanti di semester kedua, tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya.

>>> BPJS Kesehatan Tanggung Klaim Penyakit Katastropik Rp17,39 Triliun

Kemudian di tengah ketidakpastian global ini saya kira confidence harus kita terus perkuat," kata Firman Hidayat.