Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 7,72 persen ke level Rp2.790 pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Kenaikan ini terjadi meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell pada saham emiten bank pelat merah tersebut.

>>> BPJS Kesehatan Tanggung Klaim Penyakit Katastropik Rp17,39 Triliun

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 873,19 juta saham BBRI ditransaksikan dengan frekuensi 99.813 kali. Total nilai transaksi mencapai Rp2,35 triliun.

Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp476,87 miliar pada saham BBRI.

Di sisi lain, data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi beli bersih oleh beberapa broker. Maybank Sekuritas membukukan net buy Rp137,5 miliar.

CGS International Sekuritas dan Stockbit Sekuritas juga mencatatkan net buy masing-masing Rp91 miliar dan Rp78,1 miliar.

>>> Argentina Hadapi Islandia Tanpa Messi Sejak Awal

Lonjakan ini membuat saham BBRI kembali menghijau setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah pada periode 3-8 Juni 2026.

Proyeksi Analis

CGS International Sekuritas memproyeksikan saham BRI berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Target resistance pertama berada di level 2.880, sedangkan resistance kedua di level 2.970.

Namun, saham ini juga berisiko melemah jika bergerak ke titik pivot di level 2.710.

>>> Citigroup Pangkas Proyeksi Harga Emas Kuartal III 2026 Jadi US$ 4.000

Support pertama dipatok di level 2.620 dan support kedua di level 2.450.