Citigroup memangkas proyeksi harga emas dunia untuk kuartal ketiga tahun 2026 menjadi US$ 4.000 per troy ounce.

Angka ini turun dari estimasi sebelumnya yang sebesar US$ 4.300.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 10 Juni 2026 Turun Rp 10.000 Per Gram

Keputusan tersebut diambil karena kondisi makroekonomi global yang kurang mendukung dan melemahnya permintaan pasar. Pihak Citigroup menyebut katalis untuk kenaikan harga emas dalam jangka pendek sangat terbatas.

Beberapa faktor penekan lainnya meliputi stabilisasi imbal hasil riil, penguatan dolar AS, dan penurunan premi aset aman akibat meredanya tensi geopolitik.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral juga melambat, begitu pula arus modal masuk ke ETF emas.

>>> 7 Saham Cum Dividen 10 Juni 2026: Cek Yield Tertinggi

Analis Citigroup menambahkan bahwa potensi kenaikan jangka pendek terbatas kecuali terjadi guncangan baru.

Namun, harga emas masih bisa naik di atas US$ 4.000 jika inflasi membengkak atau kondisi ekonomi memburuk drastis.

Untuk jangka panjang, Citigroup tetap mempertahankan target harga emas di US$ 4.500 per troy ounce dalam setahun ke depan.

>>> Pelatih Mozambik Yakin Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Pergerakan harga sangat bergantung pada kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik.