Tomat merupakan bahan makanan yang mudah ditemukan dalam berbagai hidangan, seperti salad, sup, sambal, hingga saus pasta.

Di balik penggunaannya yang luas, tomat menyimpan nutrisi melimpah yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi rutin.

>>> Tempe atau Tahu, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi?

Para ahli gizi menyatakan bahwa konsumsi tomat setiap hari secara konsisten dapat mendukung kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, fungsi penglihatan, dan saluran pencernaan.

Namun, beberapa orang dengan kondisi medis tertentu disarankan membatasi konsumsinya.

Pakar gizi terdaftar Katharine Rosenthal, RDN, menjelaskan bahwa tomat termasuk bahan makanan yang sangat padat nutrisi.

Meskipun kandungan protein, lemak, dan karbohidratnya tidak terlalu tinggi, tomat kaya akan vitamin C, kalium, folat, vitamin K, dan terutama likopen.

Likopen adalah senyawa pigmen alami yang memberi warna merah pada tomat. Senyawa ini tergolong antioksidan kuat yang telah diteliti secara ilmiah untuk khasiatnya bagi kesehatan.

Rosenthal memaparkan bahwa likopen bekerja hingga tingkat sel untuk menangkal stres oksidatif, yang merupakan pemicu kerusakan organ dan penyakit kronis.

Selain likopen, tomat juga mengandung beta-karoten dan asam klorogenat.

Ahli gizi Jill McNutt, MS, RDN, menerangkan bahwa beta-karoten berperan sebagai prekursor vitamin A yang memperkuat sistem imun dan menjaga kesehatan mata.

Asam klorogenat dalam tomat dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah dan membantu menurunkan tekanan darah, terutama bagi individu dengan tensi tinggi.

Manfaat Mengonsumsi Tomat Secara Rutin

Menjaga kesehatan jantung. Rosenthal menyatakan bahwa konsumsi tomat secara berkelanjutan memberikan dampak positif bagi jantung.

Likopen mengurangi peradangan dan kerusakan sel, kalium mengontrol tekanan darah, dan vitamin K mendukung pembekuan darah yang sehat.