Tempe dan tahu merupakan dua sumber protein nabati yang paling populer di Indonesia. Keduanya sering dijadikan lauk maupun camilan.

Namun, kandungan nutrisi keduanya bisa berbeda tergantung cara pengolahan.

>>> Polri Selidiki Dugaan Kartel Penyebab Penurunan Harga TBS Sawit

Baik tempe maupun tahu kaya akan isoflavon, senyawa fitoestrogen yang meniru struktur kimia estrogen. Senyawa ini dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu dan peningkatan kesehatan jantung.

Manfaat untuk Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan kedelai, termasuk tempe dan tahu, dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Efek ini terkait dengan kemampuannya menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Sebuah studi pada tikus menemukan bahwa tempe yang diperkaya nutrisi mampu menurunkan trigliserida dan kolesterol.

Sementara itu, penelitian pada 45 pria menunjukkan bahwa diet kaya tahu secara signifikan menurunkan kolesterol total dan trigliserida dibandingkan diet kaya daging tanpa lemak.

>>> DPR dan BUMN Bahas Rencana Buyback Saham di Tengah Pasar Volatil

Perbedaan Gizi: Kandungan Prebiotik

Salah satu perbedaan utama antara tempe dan tahu adalah kandungan prebiotik. Tempe mengandung prebiotik alami yang mendorong pertumbuhan bakteri sehat di saluran pencernaan.

Prebiotik bermanfaat untuk melancarkan buang air besar, mengurangi peradangan, menurunkan kolesterol, dan bahkan meningkatkan daya ingat. Tempe kaya akan serat yang menjadi sumber prebiotik ini.

Sebuah studi tabung reaksi menemukan bahwa tempe merangsang pertumbuhan Bifidobacterium, bakteri usus yang menguntungkan.

>>> BPJS Kesehatan Tegaskan Pentingnya Surat Kontrol untuk Kepastian Jadwal Pasien

Cara Konsumsi yang Sehat

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, hindari menggoreng tempe atau tahu. Cara pengolahan yang lebih sehat meliputi memanggang, menumis, atau membacem.