BPJS Kesehatan kembali mengingatkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentang pentingnya surat kontrol saat menjalani pelayanan lanjutan di rumah sakit.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa surat kontrol menjadi syarat utama bagi peserta yang hendak kontrol ke dokter.

>>> Pelemahan Rupiah Bayangi Industri Telekomunikasi dan Berpotensi Naikkan Tarif Internet

Surat kontrol diterbitkan oleh fasilitas kesehatan berdasarkan saran dokter penanggung jawab pasien. Dokumen ini memuat jadwal kunjungan kontrol berikutnya yang wajib diikuti peserta.

Penerbitan surat kontrol bertujuan memberikan kepastian jadwal pelayanan bagi peserta yang memerlukan kontrol lanjutan, baik setelah rawat inap maupun berdasarkan hasil pemeriksaan rawat jalan.

“Dengan adanya jadwal yang jelas, peserta dapat memperoleh pelayanan sesuai rencana perawatan yang telah ditetapkan dokter,” ujar Rizzky.

Dua Kondisi Penerbitan Surat Kontrol

Mekanisme penerbitan surat kontrol didasarkan pada dua kondisi utama.

Pertama, bagi peserta yang telah menyelesaikan rawat inap namun masih membutuhkan pemantauan medis lanjutan.

Kedua, peserta rawat jalan yang berdasarkan hasil pemeriksaan dokter masih memerlukan kontrol lanjutan.

Jadwal kontrol yang tercantum disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta.

“Pada pelayanan rawat jalan, dokter akan menyampaikan apakah peserta masih memerlukan kontrol lanjutan atau perawatannya telah selesai,” jelas Rizzky.

>>> 20 Jersey Terbaik Piala Dunia 2026 Versi Fox Sports

Setiap surat kontrol hanya berlaku untuk satu kali kunjungan. Jika dokter menilai pasien masih perlu pemantauan, surat kontrol baru dapat diterbitkan.

Penerbitan ulang harus memperhatikan masa berlaku rujukan yang dimiliki pasien.

“Seharusnya surat kontrol diterbitkan sebelum pelayanan kontrol diberikan, sebagai upaya menjaga kesinambungan pelayanan,” tambah Rizzky.

Peserta JKN wajib datang tepat waktu sesuai tanggal kontrol. Jika ingin mengubah jadwal, koordinasi dapat dilakukan dengan petugas faskes.

Perubahan jadwal harus menyesuaikan jadwal praktik dokter penanggung jawab pasien.

“Kepastian jadwal kontrol tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga mendukung kesinambungan terapi dan pemantauan kondisi kesehatan,” ungkap Rizzky.

Penetapan jadwal kontrol sepenuhnya berdasarkan pertimbangan medis dokter, bukan sekadar administratif.

>>> Pemko Medan Diminta Kaji Alih Fungsi Sekolah Terbengkalai Sei Mati

Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh peserta JKN mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan medis.