Pelemahan Rupiah Bayangi Industri Telekomunikasi dan Berpotensi Naikkan Tarif Internet

Tekanan kurs rupiah yang menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS mulai memberikan dampak negatif bagi industri telekomunikasi.
Lonjakan biaya bahan baku serat optik kini membayangi para pelaku usaha dan berisiko menaikkan harga layanan internet rumah.
>>> 20 Jersey Terbaik Piala Dunia 2026 Versi Fox Sports
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) memproyeksikan adanya penyesuaian harga pada kabel fiber optik, perangkat jaringan, hingga alat pendukung telekomunikasi.
Langkah ini dipicu oleh pembengkakan biaya impor akibat melemahnya nilai tukar mata uang lokal.
Sejumlah komponen yang terancam mengalami kenaikan biaya meliputi kabel fiber optik (FO) beserta aksesorisnya seperti patch cord, splitter, closure, dan drop core.
Perangkat aktif sejenis Optical Line Terminal (OLT), Optical Network Terminal (ONT) atau Optical Network Unit (ONU), Optical Distribution Frame (ODF), Optical Distribution Cabinet (ODC), alat pendukung jaringan metro atau transport, hingga peralatan teknis juga terdampak.
Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar menjelaskan bahwa mayoritas komponen tersebut masih mengandalkan bahan baku maupun modul dari luar negeri.
Akibatnya, depresiasi rupiah secara otomatis meningkatkan beban biaya untuk pembangunan jaringan baru dan ekspansi kapasitas.
“Perkiraan pelaku industri menunjukkan potensi penyesuaian harga di rentang 5–12%, bergantung pada vendor, negara asal produk, dan metode pembayaran,” kata Jerry kepada Bisnis, Senin (8/6/2026).
Selain pengadaan perangkat, Apjatel turut menyoroti efek pelemahan rupiah terhadap ongkos jasa dan upah tenaga kerja.
Jerry memaparkan bahwa upah pekerja konstruksi jaringan untuk fiber roll-out, pemeliharaan, serta instalasi pelanggan sebenarnya tidak terdampak langsung oleh pergerakan kurs.
Meski demikian, para kontraktor dan penyedia jasa di lapangan kerap menyesuaikan tarif mereka secara berkala.
Update Terbaru
Kementan dan BRIN Teken MoS untuk Tingkatkan Produksi Pertanian Nasional
Selasa / 09-06-2026, 13:17 WIB
Idris Elba Bantah Rumor Jadi Kandidat James Bond
Selasa / 09-06-2026, 13:17 WIB
Membuang Sampah di Tempat Tetangga Bisa Berujung Kurungan
Selasa / 09-06-2026, 13:16 WIB
Misteri Dua Pesawat Tak Bertuan di PT Dirgantara Indonesia Belum Terpecahkan
Selasa / 09-06-2026, 13:16 WIB
Tren Modifikasi Motor Listrik: Pemilih Upgrade Baterai untuk Jarak Tempuh Lebih Jauh
Selasa / 09-06-2026, 13:16 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi: Fundamental Perbankan RI Sangat Kuat
Selasa / 09-06-2026, 13:16 WIB
Solusi Environment Asia Resmi Masuk Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara
Selasa / 09-06-2026, 13:16 WIB
TOP 40 Acara TV Dengan Rating Terbaik Hari ini 10 Juni 2026 ada Turun Ranjang Kembali Dikalahkan Arisan
Selasa / 09-06-2026, 13:15 WIB
Wasit Somalia Ditolak Masuk AS, Batal Pimpin Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
50 Pertanyaan Edukasi untuk Cegah Bullying di Sekolah dan Lingkungan
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
Krisis Memori AI Dorong Harga Kartu Grafis Kelas Menengah Naik Hingga 30 Persen
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Ribuan Penyandang Disabilitas Nobar Film Inklusif di Tujuh Kota
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Kemensos Buka 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk PPPK
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
DPR RI Sahkan RUU Kepolisian Menjadi Undang-Undang
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB






