Ia mengingatkan agar pengerjaan proyek tidak mengalami penundaan.

Dari sisi neraca keuangan, tambahan pinjaman akan meningkatkan rasio utang PGEO, namun hal tersebut wajar selama dana digunakan untuk aset produktif dan proyek bernilai tambah.

PGEO memiliki keunggulan berupa margin EBITDA yang tinggi, sehingga dinilai mampu memenuhi kewajiban keuangan.

Meski demikian, PGEO perlu menerapkan strategi lindung nilai (hedging) untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dolar AS.

Nafan merekomendasikan wait and see untuk saham PGEO.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan, secara teknikal saham PGEO berada di fase downtrend dengan tekanan jual meningkat.

Indikator MACD dan Stochastic masih terkoreksi di area negatif.

>>> Won Korea Selatan Menguat ke Level 1.518 per Dolar AS

Ia menyarankan wait and see dengan support di level Rp 755 per saham dan resistance di level Rp 825 per saham.