Nilai tukar won Korea Selatan bergerak menguat ke kisaran 1.518 per dolar AS pada perdagangan Selasa (9/6).

Pemulihan mata uang tersebut didorong oleh langkah intervensi otoritas dan institusi besar yang menambah pasokan dolar di pasar.

>>> IHSG Melonjak 3,41 Persen ke 5.524 pada Sesi I Pagi Ini

Sebelumnya, won sempat merosot mendekati level 1.560 per dolar AS, posisi terlemahnya sejak Maret 2009.

Langkah stabilisasi dilakukan melalui peningkatan penjualan dolar di dalam negeri.

Layanan Pensiun Nasional yang dikelola negara turut mengeksekusi lindung nilai valuta asing untuk meredam depresiasi.

Para pembuat kebijakan terus memberikan peringatan lisan terhadap volatilitas berlebihan dan mengawasi aktivitas pasar keuangan secara ketat.

Faktor eksternal juga memberikan sentimen positif setelah ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran mereda melalui kesepakatan gencatan senjata.

>>> Harga Emas Bergerak Terbatas Akibat Keraguan Gencatan Senjata Iran-Israel

Kondisi tersebut memicu penurunan permintaan terhadap aset aman di pasar global.

Penguatan won juga ditopang oleh kinerja ekspor semikonduktor yang solid serta revisi pertumbuhan PDB kuartal pertama menjadi 1,8%.

Faktor domestik ini berhasil menaikkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki neraca eksternal negara.

Meski demikian, laju penguatan won masih tertahan oleh keperkasaan dolar AS di pasar global.

>>> Dinas Pendidikan Tetapkan Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026

Pelaku pasar saat ini tengah mengalkulasi ulang proyeksi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve menyusul rilis data ekonomi AS yang tetap berdaya tahan.