Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh. Sebagai gantinya, ia menunjuk tokoh buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden.

Keputusan ini diumumkan pada Senin (8/6/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

>>> 10 Produk Unitlink Saham dengan Return Tertinggi pada Mei 2026

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah menemukan metode yang lebih efisien untuk mencapai kesejahteraan pekerja.

"Setelah kita coba pelajari, ada sesuatu hal yang kemudian kita merasa berkenaan dengan segala sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya dewan buruh tersebut bisa kita cari skema yang lain," ujar Prasetyo.

Dewan Kesejahteraan Buruh sebelumnya dijanjikan pada peringatan May Day 2025. Namun, setelah kajian mendalam, pemerintah memutuskan untuk tidak membentuk badan baru tersebut.

Sebagai langkah alternatif, Presiden Prabowo menunjuk Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden KSPI dan Ketua Umum Partai Buruh, menjadi Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

"Oleh karenanya Bapak Presiden kemudian memutuskan untuk mengangkat salah satu tokoh buruh menjadi penasihat beliau di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh," beber Prasetyo.

>>> Nintendo Direct Juni 2026 Digelar, Tutup Summer Game Fest

Pelantikan Said Iqbal dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada sore hari setelah pengumuman.

Pemerintah berharap langkah ini dapat memangkas birokrasi dan menciptakan komunikasi yang lebih intensif antara regulator dan kelompok buruh.

"Secara esensi yang diharapkan adalah sama ya, terjadi komunikasi yang jauh lebih cair, jauh lebih intens, tidak apa namanya...

birokratis.

>>> Perhapi Maklumi Biaya Ekspor SDA Danantara Asal Transparan

Di dalam hal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa yang selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi yang sekarang ini," papar Prasetyo.