AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Hitam Militer
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bersiap menambahkan puluhan perusahaan besar asal China ke dalam daftar entitas yang dinilai terhubung dengan jaringan militer.
Kebijakan perluasan daftar hitam ini menyasar berbagai korporasi inti dalam persaingan sektor teknologi antara Washington dan Beijing.
>>> Rupiah Menguat ke Rp 18.144 per Dolar AS pada 9 Juni 2026
Langkah Pentagon didasarkan pada Bagian 1260H dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional. Pemberitahuan resmi dijadwalkan terbit di Federal Register pada Rabu (11/6).
Sejumlah korporasi raksasa yang masuk dalam daftar meliputi Alibaba, Baidu, BYD, Nio, WuXi AppTec, Unitree, TP-Link, JA Solar, Trina Solar, CALB, EVE Energy, Hesai, RoboSense, serta BOE Technology Group.
Pentagon mengategorikan perusahaan komersial tersebut sebagai perusahaan militer karena dituduh memiliki afiliasi dengan entitas negara Tiongkok, program fusi militer-sipil, Tentara Pembebasan Rakyat, atau inisiatif industri pemerintah.
Langkah AS ini mencerminkan kekhawatiran besar terhadap kemajuan teknologi strategis China.
Meskipun penetapan ini tidak otomatis memicu sanksi ekonomi, hal itu mempersulit akses pasar modal dan bisnis pemerintah AS.
>>> Menkes Soroti Dokter Lebih Pilih Spesialis daripada Puskesmas
South China Morning Post (SCMP) melaporkan bahwa langkah ini menandai perluasan signifikan dari daftar yang sebelumnya sebagian besar berfokus pada kelompok pertahanan dan telekomunikasi milik negara.
Kini daftar tersebut mencakup berbagai perusahaan teknologi komersial yang jauh lebih luas.
Menanggapi pengumuman tersebut, WuXi AppTec, salah satu raksasa farmasi China yang masuk daftar, langsung memberikan pernyataan resmi menolak keputusan Pentagon.
"Kami mencatat bahwa pada tanggal 8 Juni 2026, Departemen Front AS secara keliru memasukkan WuXi AppTec ke dalam daftar Bagian 1260H yang diperbarui sebagai 'perusahaan militer Tiongkok'," kata juru bicara perusahaan.
Manajemen WuXi AppTec menegaskan bahwa operasional mereka berjalan secara independen di bursa saham dan tidak memenuhi kriteria hukum untuk dikaitkan dengan basis industri pertahanan Beijing.
>>> Asosiasi Hotel Mataram Sesali Promosi Vulgar Akomodasi Melati
"Dasar yang dituduhkan untuk penetapan kami dalam daftar 1260H adalah tidak benar secara faktual," ujar juru bicara tersebut.
Update Terbaru
Asuransi Asei Petakan Faktor Pengaruh Kinerja Investasi 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:12 WIB
Tim Cook Pamit di WWDC 2026, John Ternus Jadi CEO Apple September
Selasa / 09-06-2026, 11:12 WIB
Rencana Bursa Mineral Berpotensi Jadi Angin Segar Emiten Minerba
Selasa / 09-06-2026, 11:12 WIB
FIFA Rilis Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026, 48 Tim Berlaga
Selasa / 09-06-2026, 11:12 WIB
Apple Luncurkan Siri AI Generasi Baru di WWDC 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:09 WIB
5 Poin Ruben Onsu Blak-blakan: Nafkah Rp200 Juta hingga Ngondek
Selasa / 09-06-2026, 11:09 WIB
Menteri ESDM Akan Relaksasi Kuota Produksi Batu Bara 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:08 WIB
Orangtua Wajib Cermati Komposisi Utama Guna Memilih Susu Formula Anak
Selasa / 09-06-2026, 11:08 WIB
Pemerintah Perluas Peran Lemigas Kelola Impor Minyak Bumi dan LPG
Selasa / 09-06-2026, 11:08 WIB
Klaim Kode Redeem NTE Mei 2026 Terbaru untuk Raih Berbagai Reward Gratis
Selasa / 09-06-2026, 11:08 WIB
Pemilik Motor Listrik Entry Level di Bekasi Ramai Modifikasi Performa
Selasa / 09-06-2026, 11:08 WIB
SMF Salurkan Seluruh PMN Rp6,68 Triliun untuk Program FLPP 2025
Selasa / 09-06-2026, 11:05 WIB
5 HP Baru Juni 2026: Midrange Makin Mirip Flagship
Selasa / 09-06-2026, 11:05 WIB
Apple WWDC26: Siri Bertenaga Gemini dan Era Baru Apple Intelligence
Selasa / 09-06-2026, 11:05 WIB






