CEO NVIDIA Jensen Huang mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan memori terkait kecerdasan buatan (AI) akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Huang di Korea Selatan pada Senin, 8 Juni 2026. Hal ini menjadi sinyal positif bagi produsen memori seperti Micron Technology dan SanDisk.

>>> Ruben Onsu Kehilangan Percaya Diri Temui Anak karena Dijauhkan

Huang juga memberikan pandangannya mengenai valuasi saham perusahaan AI di pasar modal. Menurutnya, saham terkait AI saat ini sangat murah.

"Saham terkait AI sangat murah saat ini," kata Huang, dilansir dari finance. yahoo.

com.

Ia menegaskan bahwa permintaan pasar melampaui kapasitas produksi global. Keterbatasan pasokan terjadi secara menyeluruh dari hulu ke hilir dalam rantai pasok industri chip.

"Permintaan sangat besar.

>>> Ruben Onsu Kehilangan Percaya Diri Temui Anak karena Dijauhkan

Dari wafer hingga silikon fotonik dan konektor kabel, semua yang ada di seluruh rantai pasok industri mengalami kekurangan pasokan," tutur Huang.

Kemitraan dengan SK Hynix

NVIDIA juga mengumumkan kemitraan jangka panjang dengan SK Hynix. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan memori generasi terbaru yang disesuaikan dengan sistem Vera Rubin mereka.

Langkah ini memperkuat kepastian permintaan masa depan bagi industri memori.

Meskipun indeks KOSPI Korea Selatan sempat turun 4,8 persen akibat dominasi saham memori seperti Samsung dan SK Hynix, saham perusahaan AS justru menguat.

>>> Bantah Terima Uang, Keanu Klaim Barter Testimoni Umrah dengan Hanania

Saham Micron tercatat naik 3,5 persen dan SanDisk meningkat 2,3 persen di perdagangan semalam.