Waktu setelah salat Subuh sering diabaikan sebagian orang dengan kembali tidur. Padahal, pagi hari merupakan momen penuh keberkahan dalam Islam untuk memulai aktivitas, termasuk mencari nafkah halal.

Ulama sejak dahulu menekankan pentingnya memanfaatkan awal hari dengan ibadah, zikir, maupun bekerja. Rasulullah SAW secara khusus mendoakan kebaikan bagi umat yang produktif sejak pagi.

>>> Maybank dan Muslim Pro Dorong Generasi Muda Persiapan Haji Sejak Dini

Anjuran ini didasarkan pada hadis riwayat Shakhr al-Ghamidi RA. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya."

(HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dalam kitab Syarh Riyadhus Shalihin, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa doa tersebut menandakan pagi sebagai waktu turunnya kelapangan rezeki.

Seseorang yang memulai pekerjaan lebih awal biasanya memperoleh keberkahan lebih besar.

Al-‘Utsaimin menilai kebiasaan tidur setelah Subuh dapat menghilangkan kesempatan meraih berkah. Menurutnya, awal siang merupakan penentu kualitas hari seseorang.

Kisah Sukses Sahabat Nabi

Bukti nyata doa Rasulullah SAW dialami Shakhr al-Ghamidi RA. Sebagai pedagang, ia selalu mengirim barang dagangannya sejak pagi buta.

Rutinitas itu membawa kesuksesan besar hingga ia menjadi kaya raya. Para ulama memandang keberhasilan Shakhr sebagai imbas langsung dari doa Nabi.

Buku Keajaiban Rezeki karya Ippho Santosa menyebutkan bahwa ritme pagi yang produktif berdampak positif pada fokus dan kedisiplinan.

Hal ini selaras dengan prinsip Islam yang memandang pagi sebagai waktu penuh energi.

Peringatan Mengenai Tidur Setelah Subuh

Umat Islam diingatkan untuk tidak tidur setelah Subuh agar tidak melalaikan kesempatan menjemput rezeki.

Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA: "Apabila kalian telah selesai salat Subuh, janganlah tidur sehingga lalai mencari rezeki."