Upbit Indonesia Berharap Dukungan Berkelanjutan
Upbit Indonesia menyatakan keprihatinannya atas situasi yang membuat situs dan aplikasi mereka tidak dapat diakses selama tiga minggu terakhir.
Padahal, perusahaan telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Maret 2025.
>>> Prabowo Rombak Manajemen Badan Gizi Nasional, Fokus Efisiensi Anggaran
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan bahwa kondisi ini sangat berat, baik bagi perusahaan maupun pengguna.
Banyak pengguna yang tidak bisa melakukan transaksi, termasuk cut loss saat harga kripto turun.
"Kami sangat prihatin dengan nasib pengguna. Mereka yang paling terdampak.
Kami berharap ada kejelasan segera, agar mereka bisa kembali bertransaksi dengan aman dan nyaman," ujar Resna di Jakarta.
Tantangan Regulasi dan Bisnis
Meski sudah berizin resmi, Upbit Indonesia dihadapkan pada syarat tambahan dari regulator, seperti pemisahan infrastruktur digital dari entitas global Upbit di Korea, Thailand, dan Singapura.
Resna memahami semangat kebijakan itu, yakni kedaulatan data dan perlindungan konsumen.
>>> IHSG 8 Juni 2026 Anjlok 4,52% ke Level 5.342, Nilai Transaksi Rp 21,22 Triliun
Namun, dari sisi bisnis, implementasinya tidak sederhana. "Kami menghormati regulator dan memahami tujuan kebijakannya.
Pada saat yang sama, kami juga perlu menyampaikan tantangan implementasi dari sisi operasional bisnis. Kami perlu merekrut puluhan ahli blockchain yang masih langka di Indonesia.
Ini tidak mudah. Kami berharap ada opsi yang lebih bertahap dan proporsional," jelasnya.
Untuk menjembatani kepentingan regulasi dan keberlanjutan bisnis, Upbit telah mengajukan dua opsi ke OJK. Pertama, komitmen tertulis dari seluruh entitas Upbit global untuk tidak menerima pengguna asal Indonesia.
Kedua, pembatasan akses berbasis IP, sehingga layanan Upbit Indonesia hanya bisa diakses dari dalam negeri.
"Kami rasa dua opsi ini sudah cukup memenuhi semangat kedaulatan, tanpa harus membebani perusahaan secara berlebihan.
>>> Riyatno Abiyoso Targetkan Menit Bermain Lebih Banyak di PSIM
Kami masih menunggu respons dari OJK dan berharap ada titik temu," kata Resna.
Update Terbaru
Samsung Luncurkan Galaxy Card, Saingan Apple Card dengan Imbalan Lebih Besar
Jumat / 24-07-2026, 02:21 WIB
BRIN Ungkap Penyebab Muka Air Danau Toba Terus Menurun
Jumat / 24-07-2026, 02:21 WIB
Kenaikan Harga Tersembunyi Galaxy Z Flip 8 yang Mungkin Terlewat
Jumat / 24-07-2026, 02:18 WIB
7 Rekomendasi Sepeda Hybrid dan Gravel untuk Jalanan Bergelombang
Jumat / 24-07-2026, 02:18 WIB
3 Sepeda Gunung Murah Rp1 Jutaan dengan Spek Menarik
Jumat / 24-07-2026, 02:18 WIB
Neill Blomkamp dan AI: Tanda Kemunduran Karier Sineas?
Jumat / 24-07-2026, 01:57 WIB
Miyamoto: Film Super Mario Galaxy Picu Remake Star Fox untuk Switch 2
Jumat / 24-07-2026, 01:57 WIB
Studi: Kucing Ternyata Bisa Memahami Kata-Kata yang Kamu Ucapkan
Jumat / 24-07-2026, 01:57 WIB
Diet Rendah Karbohidrat Populer Justru Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar
Jumat / 24-07-2026, 01:56 WIB
Ahmad Khozinudin: Eksepsi Dokter Tifa Bukan Kemenangan Rakyat
Jumat / 24-07-2026, 01:56 WIB
Cara Daftar SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026, Cek Syarat dan Lokasi Sekolahnya
Jumat / 24-07-2026, 01:56 WIB
Menkeu Purbaya: Penghentian MBG untuk Siswa Mampu Bisa Hemat Anggaran
Jumat / 24-07-2026, 01:56 WIB
Tolak Kemasan Polos hingga Batas Nikotin, Serikat Pekerja Rokok Siap Kepung Kemenkes 26 Juli
Jumat / 24-07-2026, 01:56 WIB
Xbox Uji Coba Streaming Game dengan Iklan, Bisa Lebih Murah
Jumat / 24-07-2026, 01:53 WIB







