Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perkembangan penerapan skema liquidity provider saham oleh dua perusahaan sekuritas. Langkah ini diambil untuk mendalami pasar modal dalam negeri.

Dua sekuritas yang telah melakukan kuotasi liquidity provider adalah PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas pada 4 Mei 2026.

>>> Kepercayaan Investor terhadap Indonesia Melemah Akibat Rupiah dan Kebijakan Ekonomi

BEI melaporkan adanya kenaikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berkisar antara 25,98 persen hingga 119,44 persen pada sejumlah saham acuan dalam satu minggu setelah implementasi tahap awal.

Harapan BEI dan Dampak Positif

Pihak otoritas bursa mengharapkan peningkatan partisipasi dari Anggota Bursa (AB) lain seiring dengan pemahaman yang lebih luas mengenai skema baru ini.

"Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa," kata Jeffrey Hendrik, Pjs.

Direktur Utama BEI.

Implementasi perdana dijalankan oleh Phintraco Sekuritas dengan menyediakan kuotasi beli dan jual pada lima saham emiten, yakni GGRM, TKIM, TPMA, TUGU, dan WINS.

>>> Istana Bantah Isu Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

"Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," tambah Jeffrey Hendrik.

Melalui langkah ini, BEI menargetkan pasar modal Indonesia menjadi lebih atraktif bagi para investor lewat efisiensi perdagangan yang meningkat dan kualitas pasar yang terus dikembangkan.

Di sisi lain, infrastruktur sistem, kesiapan tim dealing, hingga kerangka manajemen risiko telah disiapkan oleh pihak sekuritas pelaksana untuk mengoptimalkan aktivitas kuotasi.

"Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan," kata Ferawati, Direktur Utama Phintraco Sekuritas.

Perusahaan sekuritas juga menggarisbawahi tantangan utama dalam menjaga konsistensi kuotasi ketika kondisi pasar sedang mengalami fluktuasi tinggi.

>>> Indonesia dan Filipina Sepakati Barter Komoditas Rp6,33 Triliun

"Karena itu, aktivitas LP membutuhkan disiplin trading, dukungan teknologi, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta dapat tetap sehat dan berkelanjutan," kata Ferawati.