Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dan Iran saling meluncurkan serangan rudal pada Senin (8/6/2026).

Iran melancarkan rudal balistik ke Israel pada hari Minggu, yang kemudian dibalas dengan serangan udara Israel ke fasilitas militer di barat dan tengah Iran.

>>> Shin Tae-yong Pastikan Mariano Peralta Gabung Persija Jakarta

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di Teheran, sementara kantor berita Fars menyebut kompleks petrokimia Karun di Mahshahr turut menjadi sasaran.

Eskalasi ini menjadi ujian bagi gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April. Konflik sejak Februari telah menewaskan ribuan orang dan mengganggu pasokan energi global.

Harga minyak Brent melonjak 5,1 persen mendekati US$ 98 per barel, sementara pasar saham global tertekan akibat kekhawatiran investor.

Kelompok Houthi yang didukung Iran ikut meluncurkan rudal dan mengancam memblokir navigasi maritim Israel di Laut Merah.

>>> Kencana Energy Lestary (KEEN) Bagikan Dividen Tunai Rp 30,13 Miliar

Desakan Gencatan Senjata dan Respons Israel

Presiden AS Donald Trump menyatakan mengendalikan penuh negosiasi dengan Iran dan menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menerima kesepakatan.

Namun, anggota kabinet keamanan Israel Zev Elkin menegaskan Israel adalah negara berdaulat yang tidak perlu persetujuan pihak luar dalam kebijakan pertahanan.

Israel menutup sekolah sebagai langkah antisipasi serangan susulan. Arab Saudi sempat mengaktifkan peringatan rudal di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

>>> Gultik Khas Blok M Jakarta Kini Bisa Dinikmati di Denpasar Bali

Iran membantah adanya serangan yang menargetkan pangkalan militer AS. Kebuntuan diplomatik terkait program nuklir dan keterlibatan kelompok proksi seperti Hezbollah memperumit konflik.