>>> Ekonomi AS Solid Picu Kekhawatiran Inflasi Tinggi dan Tekan Rupiah

“Dalam berbagai kajian, faktor internal seperti kualitas aset, efisiensi, profitabilitas, dan kapasitas manajemen justru menjadi penentu penting bagi kinerja dan stabilitas bank syariah,” jelas Pandji kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).

Pandji menyebut spin-off memberikan ruang bagi bank syariah untuk lebih fokus dan memiliki identitas lebih kuat, tata kelola mandiri, serta fleksibilitas dalam mengembangkan produk.

Namun, ada tantangan seperti potensi berkurangnya skala ekonomi bank induk, kebutuhan investasi lebih besar, peningkatan biaya operasional, dan kebutuhan membangun kapasitas organisasi secara mandiri.

CIMB Niaga Syariah sebelumnya menargetkan spin-off pada 4 Mei 2026, namun diundur hingga kuartal IV-2026. Aset CIMB Niaga Syariah mencapai Rp 58,81 triliun per Maret 2026.

Setelah resmi spin-off, CIMB Niaga Syariah akan fokus pada pertumbuhan selektif dan berkualitas, memperkuat layanan nasabah, mengembangkan produk, serta membidik peluang ekosistem halal, sektor produktif, UMKM, dan kebutuhan transaksi syariah.

Sekretaris Perusahaan BJB Syariah Yusuf Abadi mengatakan spin-off memerlukan modal sangat besar karena semua pengelolaan dilakukan terpisah dari bank induk.

Dukungan dan sinergi bank induk menjadi katalis penting dalam spin-off BJB Syariah pada 2010.

BJB Syariah terus memperkuat modal, salah satunya melalui penerbitan sukuk wakalah bil istismar subordinasi kepada publik. Perusahaan juga mempersiapkan initial public offering (IPO).

“Tahun ini BJB Syariah telah menjadi peserta binaan IDX inkubator dan mendapat pendampingan dari IDX untuk program persiapan IPO.

>>> Harga Emas Antam 8 Juni 2026 Stagnan di Rp 2.743.000 per Gram

Ditargetkan secepatnya, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan arahan bursa,” ungkap Yusuf.