Startup kecerdasan buatan asal China, Moonshot AI, dikabarkan sedang mengincar dana segar hingga US$2 miliar atau setara Rp36,36 triliun dalam putaran pendanaan baru.

Langkah strategis dari pengembang chatbot Kimi ini ditargetkan mampu mendongkrak nilai valuasi perusahaan hingga mencapai angka US$30 miliar atau setara Rp545 triliun.

>>> Menyetir Sambil Menonton Video, Ancaman Pidana Tiga Bulan Penjara

Aksi korporasi ini menjadi putaran pendanaan ketiga bagi Moonshot AI dalam enam bulan terakhir demi menjaga daya saing di tengah ketatnya kompetisi teknologi kecerdasan buatan di China.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut telah memulai pembicaraan awal dengan sejumlah calon investor untuk mengumpulkan dana gelombang pertama yang diproyeksikan melampaui US$1 miliar.

Proses diskusi awal ini bergulir bersamaan dengan momentum Moonshot AI yang hampir merampungkan putaran pendanaan sebelumnya di bawah pimpinan Meituan.

Investasi dari Meituan tersebut diprediksi akan membawa nilai kapitalisasi pasar Moonshot AI menyentuh US$20 miliar setelah seluruh proses transaksi diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

Pencapaian target pendanaan teranyar ini akan menandai lonjakan kapitalisasi pasar hingga tujuh kali lipat bagi Moonshot AI jika dibandingkan dengan kondisi pada Desember lalu.

Pada akhir tahun tersebut, nilai valuasi dari startup teknologi ini tercatat baru berada sedikit di atas angka US$4 miliar.

>>> Asing Lepas Saham BBCA Rp2,32 Triliun dalam Sepekan

Langkah penggalangan dana masif ini sekaligus menempatkan Moonshot AI sebagai salah satu laboratorium riset kecerdasan buatan dengan sokongan modal terbesar di China.

Suntikan modal baru ini juga diproyeksikan mampu membawa Moonshot AI melampaui valuasi pesaing terdekatnya yang terdaftar di bursa, Minimax Group Inc., yang kini bernilai US$20 miliar.