Arab Saudi Pangkas Harga Minyak Mentah ke Asia Akibat Gangguan Selat Hormuz
Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, memangkas harga jual resmi minyak mentah utama jenis Arab Light ke pasar Asia sebesar US$6 per barel untuk pengiriman Juli mendatang.
Keputusan ini diambil di tengah gangguan pasar global akibat penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung, seperti dilansir Bloombergtechnoz pada Senin (8/6/2026).
>>> Christian Eriksen Kolaps Lagi di Laga Denmark vs Ukraina
Dengan pemotongan tersebut, premi Arab Light menjadi US$9,50 lebih tinggi dari patokan regional.
Angka ini lebih dalam dibandingkan estimasi penurunan sebesar US$5 per barel yang diproyeksikan para pedagang dan perusahaan kilang.
Dampak Konflik AS-Iran
Kondisi pasar minyak global saat ini masih terhambat akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz.
Jalur laut yang terhambat memaksa penutupan sejumlah ladang minyak dan memperlambat aktivitas pemrosesan di beberapa kilang karena kapal tanker tertahan di Teluk Persia.
Aramco menyiasati kendala distribusi dengan mengalihkan pengiriman minyak mentah melalui pipa domestik menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
>>> Prabowo Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus dan Pimpinan Baru BGN
Langkah tersebut membuat Arab Saudi tetap mampu mempertahankan volume ekspor hingga 70 persen dari kapasitas sebelum konflik.
Penetapan harga minyak mentah oleh Aramco secara historis selalu mengacu pada margin keuntungan perusahaan kilang.
Meskipun keuntungan dari pengolahan produk seperti diesel dan bahan bakar jet sempat melonjak, indikasi penurunan mulai terlihat pada akhir Mei akibat melemahnya permintaan konsumen.
Sementara itu, kelompok produsen OPEC+ yang dimotori Arab Saudi dan Rusia telah menyepakati kenaikan target produksi sebesar 188.000 barel per hari pada pertemuan Minggu (7/6/2026).
>>> BEI Rilis 17 Saham Masuk Kategori UMA Awal Juni 2026
Penambahan kuota produksi ini dinilai sebagai langkah simbolis yang menunjukkan kesiapan kelompok untuk memasok pasar setelah ketegangan di Iran mereda.
Update Terbaru
Casey Stoner Sukses Jalani Operasi Tulang Punggung Setelah 20 Tahun Menderita
Jumat / 24-07-2026, 03:28 WIB
Diduga Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Fenomena Letupan Belerang di Danau Batur, 25 Ton Ikan Nila Mati
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Thierry Henry Ungkap Rahasia Dominasi Spanyol di Sepak Bola Dunia
Jumat / 24-07-2026, 03:24 WIB
Galaxy Z Fold 8 Kehilangan Fitur Flex Mode
Jumat / 24-07-2026, 03:18 WIB
Galaxy Watch Ultra 2 Lebih Tipis dan Nyaman Dipakai Meski Baterai Lebih Besar
Jumat / 24-07-2026, 03:18 WIB
Elon Musk Akui Terlalu Terlibat Politik, DOGE Dinilai Bikin Kekaisarannya Runtuh
Jumat / 24-07-2026, 02:57 WIB
Jadwal Pre-load Halo Campaign Evolved untuk PS5, PC, dan Xbox
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Sapi Terlupakan 130 Tahun: Kisah Adaptasi di Pulau Amsterdam
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Prabowo Tegaskan Pemerintah Tidak Antikritik, Bedakan dengan Caci Maki dan Fitnah
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Dude Harlino Ungkap Alasan Kembalikan Rp5,25 Miliar: Bentuk Empati kepada Korban Dana Syariah
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
Guru Besar Unair: Eksepsi Dokter Tifa Skenario Politik Lindungi Jokowi
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
BNI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S2, Ini Posisi dan Jadwal Pendaftarannya
Jumat / 24-07-2026, 02:56 WIB
CEO Ubisoft Dukung Langkah Sony Hentikan Game Fisik PlayStation
Jumat / 24-07-2026, 02:53 WIB







