Sebuah museum di sudut Masjid Nabawi kini menjadi tempat penyimpanan berharga bagi berbagai manuskrip dan mushaf kuno. Destinasi ini menyimpan rekam jejak penting dari perjalanan peradaban Islam.

Fasilitas bersejarah ini dikenal dengan nama The Exhibition of the Rare Manuscripts Collection at the Library of Masjid Nabawi.

>>> Raymond/Nikolaus Kalah di Final Indonesia Open 2026

Umat Muslim yang berkunjung ke pelataran Masjid Nabawi dapat mengakses lokasinya melalui pintu 368 dan 369.

Akses menuju ruang pameran utama dilayani oleh lift yang mengarah ke lantai P2.

Di dalam ruangan ini, atmosfer yang dihadirkan membawa ingatan pengunjung kembali ke masa lampau sebelum media kertas modern ditemukan.

Pada masa awal, untaian ayat suci Al-Quran dipahat dan digoreskan di atas media alami.

Para pengunjung dapat melihat langsung tulisan kuno yang terukir pada pelepah kurma serta tulang-tulang unta.

Ruang pameran ini merawat lebih dari 30 manuskrip asli yang berumur sangat tua.

Di antara benda-benda langka tersebut, terdapat Al-Quran otentik yang berasal dari tahun 578 Hijriah atau 1182 Masehi, lengkap dengan peralatan tulis kuno.

>>> Deposito Masih Layak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026?

Suasana yang tenang dan khidmat di dalam ruangan memberikan pengalaman edukasi sekaligus spiritual bagi para wisatawan.

Tempat ini membantu publik memperdalam pemahaman mengenai sejarah panjang turunnya kitab suci Al-Quran.

Bukti Dedikasi Sahabat dan Komitmen Kerajaan

Setiap peninggalan yang dipajang menjadi saksi bisu atas ketelitian dan perjuangan para sahabat Nabi.

Lembaran wahyu tersebut dahulu ditulis secara manual dengan dedikasi tinggi di atas tulang belikat unta maupun pelepah kurma.

Selain mushaf Al-Quran, ruangan ini juga diramaikan oleh deretan manuskrip hadis yang telah bertahan melewati ratusan zaman.

Koleksi tersebut semakin memperkaya khazanah literasi sejarah yang tersedia di area pameran.

Keberadaan museum ini menjadi bukti nyata dari komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam melestarikan warisan intelektual dunia Islam.

>>> Nasabah Bank Jago Kehilangan Rp25 Juta, Transaksi Asing Misterius Picu Keluhan di Media Sosial

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai lorong waktu yang mengajak umat untuk mengagumi kegigihan generasi terdahulu dalam menjaga kemurnian ajaran agama.