>>> Federico Chiesa Bantah Tuntut Gaji Tinggi, Ungkap Kronologi Perpisahan dengan Juventus

Risiko tergerus inflasi menjadi tantangan. Jika inflasi lebih tinggi dari bunga deposito, daya beli uang bisa menurun.

Penting membandingkan bunga dengan inflasi.

Dana tidak fleksibel karena tenor harus dipatuhi. Penarikan sebelum jatuh tempo dikenakan penalti atau kehilangan bunga.

Bunga deposito juga terkena pajak, sehingga hasil yang diterima tidak sebesar tingkat bunga tercantum.

Apakah Deposito Masih Aman?

Dari segi risiko kehilangan modal, deposito masih termasuk instrumen paling aman. Namun, aman tidak selalu berarti paling menguntungkan.

Deposito cocok bagi yang mengutamakan keamanan dana, tidak siap menghadapi fluktuasi, memiliki tujuan jangka pendek hingga menengah, atau menyimpan dana untuk kebutuhan tertentu.

Bagi yang ingin pertumbuhan kekayaan jangka panjang, deposito mungkin kurang optimal jika digunakan sebagai satu-satunya instrumen.

Perlukah Berinvestasi ke Deposito Sekarang?

Jawabannya tergantung tujuan keuangan masing-masing. Jika prioritas utama menjaga keamanan dana di tengah ketidakpastian, deposito masih relevan.

Instrumen ini menawarkan ketenangan karena nilai pokok aman dan hasil dapat diperkirakan. Namun jika ingin meningkatkan nilai aset secara signifikan, deposito sebaiknya menjadi pelengkap strategi keuangan.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian pada 2026, deposito tetap layak dipertimbangkan sebagai tempat menyimpan uang.

>>> BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Anggaran Dipangkas

Stabilitas dan keamanannya menjadikannya menarik bagi yang mengutamakan perlindungan modal.