Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memberangkatkan 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah pada Minggu, 7 Juni 2026.

Pemindahan ribuan jemaah yang terbagi ke dalam 14 kelompok terbang (kloter) dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai prosedur.

>>> Veda Ega Pratama Finis Posisi 16 di Moto3 Hungaria 2026 Akibat Penalti

Jadwal dan Pengaturan Keberangkatan

Pergerakan jemaah diatur dengan jadwal ketat yang berlangsung sepanjang hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa pengaturan waktu ini dibuat untuk menghindari mobilisasi pada malam hari demi menjaga keamanan jemaah.

"Tidak ada perjalanan malam.

Kecuali kalau waktu sampai ke Madinah mungkin malam untuk jemaah yang mulai berangkat dari sini (Makkah) pada sore hari," ujar Ihsan Faisal.

>>> Ilmuwan Ungkap Gaya Hidup Rahasia Umur Panjang Maria Branyas Morera

Koordinasi intensif dilakukan oleh petugas sektor bersama pengurus markaz atau syarikah sejak satu hari sebelum keberangkatan untuk menyelesaikan seluruh dokumen jemaah.

Skema penjemputan jemaah di hotel juga telah diatur agar armada bus siap jauh sebelum waktu keberangkatan.

"Modelnya sama seperti halnya kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah. Polanya, bus sudah datang ke hotel empat jam sebelum pemberangkatan," kata Ihsan Faisal.

Manajemen logistik diterapkan secara terpisah untuk mengantisipasi kepadatan, di mana koper besar milik jemaah diangkut menggunakan armada kendaraan logistik khusus menuju Madinah.

>>> SBS Umumkan Drama Korea Nine to Six, Yook Sungjae dan Park Min Young Jadi Pemeran Utama

Pemberangkatan bertahap ini mencakup 14 kloter awal yang terdiri dari JKG 18, KJT 21, SUB 57, JKS 13, SUB 58, LOP 12, SUB 59, UPG 22, SUB 60, BTJ 2, PDG 12, SOC 44, SOC 45, dan SUB 62.