Pemerintahan Donald Trump tengah menyusun rencana untuk mengalihkan aset-aset Iran yang disita di Amerika Serikat guna mendanai rekonstruksi negara-negara sekutu di kawasan Teluk Persia.

Langkah ini dilaporkan oleh Bloombergtechnoz pada Minggu, 7 Juni 2026, sebagai bagian dari kebijakan keras baru Washington terhadap Teheran.

>>> BNI Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for 2026

Dana yang dialokasikan berasal dari aset Iran yang dibekukan AS, diperkirakan mencapai sekitar US$24 miliar.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain mengalami kerusakan infrastruktur minyak serta pangkalan militer akibat serangan rudal dan drone dari Iran serta kelompok proksinya sejak konflik meletus pada 28 Februari.

Dampak pada Negosiasi Gencatan Senjata

Kebijakan ini berisiko membekukan proses negosiasi perpanjangan gencatan senjata yang sedang berjalan tersendat-sendat.

>>> Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Beras untuk Stabilkan Harga

Selain itu, langkah tersebut juga dapat menghambat dialog terkait program nuklir Iran yang sebelumnya sudah menemui jalan buntu.

Teheran bersikeras meminta pencairan aset finansial mereka yang dibekukan sebagai syarat dalam perundingan.

>>> Pameran Megabuild 2026 Integrasikan Konstruksi, Keramik, dan Properti

Sebagai langkah awal, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menginstruksikan timnya untuk menilai kondisi terkini dan mengajukan estimasi biaya komprehensif untuk perbaikan kerusakan di negara sekutu.