Integrasi sektor konstruksi, keramik, dan properti resmi dihadirkan melalui pameran Megabuild, Keramika Indonesia, dan Megaproperty 2026. Acara ini berlangsung di NICE PIK 2 pada 4-7 Juni 2026.

Pameran ini bertujuan mempercepat kolaborasi, inovasi teknologi, serta penerapan konsep Smart dan Green Living. Para pelaku industri dapat mencari solusi, produk baru, dan peluang investasi secara terpadu.

>>> Marc Marquez Kuasai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026

Dukungan Pemerintah dan Asosiasi

Kementerian Perindustrian melihat kolaborasi ini sebagai langkah krusial untuk meningkatkan daya saing industri lokal. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan optimisme terhadap transformasi menuju industri hijau.

Pameran ini juga didukung oleh ASAKI, HDII, IAI, Kementerian PUPR, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Balai Besar Keramik.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto menegaskan bahwa ajang ini membuktikan ketangguhan produk keramik nasional di pasar global.

Konsep pameran menggunakan sistem The Ultimate 3-in-1 Sourcing Hub untuk mengatasi fragmentasi ekosistem pengadaan.

>>> OJK Jatuhkan Sanksi ke 28 Pelaku Usaha Jasa Keuangan Akibat Iklan Melanggar

Arsitek, kontraktor, dan desainer interior dapat mengakses material bangunan, produk keramik, dan investasi properti dalam satu tempat.

Pameran berbasis B2B2C ini membagi area menjadi tiga pilar utama. Megabuild menjadi pusat material, Keramika menampilkan produk keramik premium, dan Megaproperty mempertemukan pengembang dengan investor.

Ribuan pengunjung profesional memadati lokasi sejak hari pertama. Merek besar nasional seperti Arwana, Quadra, Milan, Roman, Indogress, dan Concord turut memamerkan produk unggulan mereka.

>>> Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima

Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya berharap penggabungan ketiga sektor ini mendorong inovasi dan investasi. Sektor properti yang menguat diprediksi ikut menarik pertumbuhan industri pendukungnya.