Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Adapun saat ini pertumbuhan ekonomi masih positif, inflasi terkendali, cadangan devisa berada pada level yang kuat, dan pengelolaan fiskal tetap disiplin.
"Kalau dibandingkan dengan 1998, situasinya sangat jauh berbeda. Saat ini instrumen kebijakan dan fondasi ekonomi kita jauh lebih kuat untuk menghadapi gejolak global," jelasnya.
Di tengah indikator makroekonomi yang relatif positif, Josua mengakui sebagian masyarakat masih merasakan tekanan terhadap kondisi keuangannya.
Namun, ia menilai fenomena tersebut lebih tepat dipahami sebagai perubahan pola konsumsi daripada penurunan daya beli secara menyeluruh.
Tekanan harga pada sejumlah komoditas membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan pendapatannya. Meski demikian, konsumsi domestik secara agregat masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program perlindungan sosial guna menjaga kelompok rentan dari dampak tekanan ekonomi.
Terkait program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, Josua menilai efektivitasnya tidak dapat diukur hanya dari hasil jangka pendek.
Program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.
"Program prioritas perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.
Namun manfaat strukturalnya baru dapat terlihat dalam jangka menengah hingga panjang, sehingga tidak tepat jika dinilai hanya berdasarkan hasil dalam waktu singkat," ujarnya.
Ia menambahkan, kepercayaan publik merupakan salah satu modal penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sebab, ekonomi tidak hanya ditentukan oleh angka-angka statistik, tetapi juga oleh keyakinan masyarakat, pelaku usaha, dan investor terhadap prospek masa depan.
"Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, kapasitas kebijakan yang memadai, dan peluang yang besar untuk terus tumbuh.
>>> Reid Hoffman Mundur dari Dewan Direksi Microsoft
Karena itu, optimisme yang didasarkan pada data dan pemahaman yang baik menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan," pungkasnya.
Update Terbaru
Lamine Yamal Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik LaLiga 2025/26
Sabtu / 06-06-2026, 01:16 WIB
Aset Dana Pensiun Indonesia Tembus Rp1.690 Triliun per April 2026
Sabtu / 06-06-2026, 01:07 WIB
Emil Audero Tepis Penalti Oman, Timnas Indonesia Menang 3-0
Sabtu / 06-06-2026, 01:02 WIB
Finlandia Uji Coba Lawan Hungaria di Budapest
Sabtu / 06-06-2026, 01:02 WIB
John Herdman Puji Debut Mathew Baker di Timnas Indonesia
Sabtu / 06-06-2026, 00:56 WIB
Hungaria Jamu Finlandia di Laga Persahabatan Budapest
Sabtu / 06-06-2026, 00:48 WIB
Slovakia Uji Kekuatan Lawan Montenegro di Laga Persahabatan
Sabtu / 06-06-2026, 00:48 WIB
Aurus Senat 900: Sedan Mewah Rusia yang Ternyata Rebadi Hongqi H9
Sabtu / 06-06-2026, 00:47 WIB
John Herdman Buka Suara soal Pemanggilan Muhammad Ferarri ke Timnas
Sabtu / 06-06-2026, 00:44 WIB
Slovakia Hadapi Montenegro dalam Laga Persahabatan di Kosice
Sabtu / 06-06-2026, 00:44 WIB
Hungaria Jamu Finlandia di Laga Persahabatan, Kedua Tim Gagal ke Piala Dunia 2026
Sabtu / 06-06-2026, 00:44 WIB
Timnas Bulgaria Uji Kekuatan Lawan Moldova di Laga Persahabatan
Sabtu / 06-06-2026, 00:36 WIB
Mathew Baker Pecahkan Rekor Pemain Termuda Timnas Indonesia
Sabtu / 06-06-2026, 00:28 WIB
910Nineten Rilis FW26 Performan Collection dengan Teknologi Cetak 3D
Sabtu / 06-06-2026, 00:22 WIB






