Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional.
Namun, sejumlah indikator menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia masih terjaga. Tekanan yang terjadi saat ini dinilai lebih banyak berasal dari faktor eksternal daripada persoalan domestik.
>>> LALIGA Musim 2025/2026 Pecahkan Rekor Kehadiran Penonton Tertinggi
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah, volatilitas pasar keuangan, hingga perlambatan ekonomi dunia merupakan bagian dari proses penyesuaian terhadap dinamika global.
"Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis.
Karena itu, yang lebih penting adalah menjaga optimisme yang rasional berdasarkan data dan fundamental ekonomi yang ada," ujar Josua dalam Komunita Economic Talk, Jumat (5/6/2026).
Indikator Makroekonomi Positif
Menurut Josua, ketahanan ekonomi Indonesia masih tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi tetap berada pada level yang relatif tinggi, inflasi terkendali, serta konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) masih tumbuh solid.
Belanja pemerintah pada awal tahun turut menopang aktivitas ekonomi domestik.
Dari sisi pasar keuangan, aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga masih mencatatkan kinerja positif.
"Kepercayaan investor tetap terjaga karena fundamental ekonomi Indonesia masih dipandang kuat. Ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ke depan," katanya.
Koordinasi Antarlembaga Kunci Stabilitas
Josua menilai stabilitas ekonomi nasional juga ditopang oleh koordinasi antarlembaga yang terus berjalan.
Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalankan fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.
"Soal Kementerian Keuangan, fungsinya lebih ke aspek fiskalnya. Kalau Bank Indonesia ngurusin moneter, OJK ngurusin pasar keuangan.
Update Terbaru
Kevin Sanjaya Sukamuljo Meriahkan Istora di Polytron Indonesia Open 2026
Sabtu / 06-06-2026, 00:16 WIB
Florentino Perez Janjikan Pemain Sekelas Cristiano Ronaldo di Real Madrid
Sabtu / 06-06-2026, 00:16 WIB
Hasil Drawing Campus League 2026: Juara Jakarta vs Surabaya di Grup A Putra
Sabtu / 06-06-2026, 00:13 WIB
Moldova vs Bulgaria: Laga Persahabatan di Stadionul Zimbru
Sabtu / 06-06-2026, 00:13 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo Meriahkan Polytron Indonesia Open 2026
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Semifinal Polytron Indonesia Open 2026
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Campus League 2026 Basketball The Nationals Siap Bergulir di UPH Tangerang
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di Jakarta, Cetak Sejarah
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Adidas Buka Toko Sepak Bola Pertama di Indonesia di Pondok Indah Mall 3
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Empat Wakil Indonesia Siap Tempur di Semifinal Polytron Indonesia Open 2026
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Indonesia Open 2026: Empat Wakil Tuan Rumah Lolos ke Semifinal
Sabtu / 06-06-2026, 00:12 WIB
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Putus Puasa Kemenangan 38 Tahun
Sabtu / 06-06-2026, 00:07 WIB
Timnas Moldova Hadapi Bulgaria dalam Laga Persahabatan di Zimbru
Sabtu / 06-06-2026, 00:07 WIB
Kebijakan FIFA Larang Botol Minum Tuai Kecaman di Kanada
Sabtu / 06-06-2026, 00:02 WIB






