Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penyelesaian segera pedoman kode etik (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam sidang paripurna pertemuan antar Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Ministers' Meeting/AMM) di Filipina pada Selasa (21/7).

>>> Istana Buka Suara soal Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet

Ia menyambut positif negosiasi CoC yang sedang berlangsung.

"Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan Code of Conduct yang efektif dan substantif tahun ini, yang berlandaskan kuat pada hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982," kata Sugiono.

"Bukan hanya untuk memenuhi tenggat waktu, tetapi karena suatu wilayah yang diatur oleh aturan akan selalu lebih kuat daripada wilayah yang diatur oleh kekuasaan," ujarnya.

Sugiono mengatakan rakyat tidak boleh lagi menunggu terlalu lama agar aturan tersebut diselesaikan. Mereka sudah menunggu selama 24 tahun soal code of conduct.

Latar Belakang Ketegangan di Laut China Selatan

Laut China Selatan sudah lama menjadi sumber ketegangan di kawasan.

China mengklaim sejumlah gugusan pulau dan karang seperti Kepulauan Spratly, Kepulauan Paracel, Kepulauan Pratas, serta Macclesfield Bank sebagai bagian dari yurisdiksinya.

>>> Viral 3 Turis Wanita Jalan Kaki 9 Km ke Bandara Changi Jam 3 Pagi

Wilayah-wilayah tersebut juga diklaim beberapa negara Asia Tenggara, seperti Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Upaya meredakan sengketa sebetulnya sudah dimulai sejak 2002 saat ASEAN dan China menandatangani Deklarasi Perilaku Para Pihak atau Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC).

Dokumen itu berisi komitmen bersama untuk menciptakan kondisi yang mendukung penyelesaian sengketa secara damai dan berkelanjutan.

Namun hingga kini, kesepakatan yang lebih mengikat dalam bentuk CoC masih belum tercapai.

Dalam keketuaan ini, Filipina menyatakan penyelesaian CoC sebagai salah satu target mereka.

>>> DPR Tetapkan Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto

Negara itu juga termasuk pihak yang paling sering terlibat insiden dengan coast guard China di kawasan tersebut.