Netflix dating show "Better Late Than Single" kembali dengan musim kedua, mengusung strategi "sedikit perubahan, banyak pesona" untuk mengatasi kelelahan penonton terhadap acara kencan.

Acara ini mengikuti orang-orang yang belum pernah berkencan namun ingin mencari cinta. Mereka menjalani makeover dan percobaan kencan pertama.

>>> Mengapa Banyak Makian? Kisah di Balik Film 'Hope' Na Hong-jin

Musim pertama, dirilis pada 2025, berhasil menempati posisi pertama di chart Top 10 Netflix Korea, mengalahkan musim ketiga "Squid Game".

Kesuksesan itu didorong oleh fokus pada partisipan tanpa pengalaman kencan, yang menghasilkan reaksi canggung dan hubungan tak terduga.

Kekuatan Musim Kedua

Musim kedua mempertahankan kekuatan tersebut. Acara ini terus menemukan humor dalam perilaku canggung partisipan sambil mengikuti upaya mereka untuk menjadi lebih nyaman.

Panelis yang kembali adalah Seo In-guk, Kang Han-na, Lee Eun-ji, dan Car the Garden. Mereka memberikan komentar empatik dan lucu tanpa mendominasi.

Produser menyempurnakan format untuk membantu partisipan mengekspresikan perasaan lebih alami. Aktivitas seperti kencan dengan alat penghubung tangan dirancang untuk mengurangi kecanggungan.

>>> YouTuber Tyler Rasch Tutup Kanal Setelah 810.000 Subscriber

Pendekatan ini kontras dengan acara kencan lain yang kehilangan momentum.

"Heart Signal 5" hanya meraih rating di bawah 1 persen, sementara "I Am Solo" dan "The Love Lab" juga menurun.

Alih-alih menambah drama, musim kedua mempertajam kualitas yang membuat musim pertama populer. Format tetap familiar, tetapi detail dan produksi ditingkatkan.

Produser percaya bahwa perasaan tulus dan hubungan yang berkembang alami lebih berbobot daripada kejutan besar.

>>> The East Palace Langsung Puncaki Peringkat Netflix Korea

"Better Late Than Single" tidak mencoba membanjiri penonton dengan twist, melainkan fokus pada apa yang sudah dilakukan dengan baik.